Minggu, 21 Juli 2024
27 C
Surabaya
More
    OpiniTajukSurabaya Wani Jogo Kampung Tangguh

    Surabaya Wani Jogo Kampung Tangguh

    “Surabaya Berani Jaga Kampung Tangguh”. Itulah judul tajuk hari ini, karena sebuah penghargaan tertinggi bagi Kota Surabaya. Mengapa?

    Surabaya memang pantas menyandang gelar begitu agung sebagai kota pahlawan. Surabaya juga pantas menjadi kota pelopor hidup normal melawan Covid-19. Kepantasan itu karena ketika
    seluruh bangsa di 216 negara di dunia berjuang “hidup mati”, melawan Covid-19, kota dengan ikon pelabuhan Tanjung Perak dan Tugu Pahlawan, berani menjaga (wani jogo, Jawa) kampung menjadi tangguh dengan memberikan dana hibah langsung ke pengurus kampung.

    Surabaya sebagai ibukota Provinsi Jawa Timur, mencatat beberapa kali rekor dalam proses bersama-sama gotong royong melawan virus Corona.

    Paling menggegerkan ketika peta zona Satgas Covid-19 Jatim, sempat diberitakan masuk zona hitam, karena warnanya merah kehitaman, walaupun tidak ada keterangan soal zona hitam. Itu karena kasus positif dan wafat sangat tinggi.

    Hingga saat ini belum ada satu kota atau kabupaten mampu mengalahkan catatan kasus Corona kota Surabaya,

    Dalam proses melawan Covid-19 secara gotong royong, kota ko selalu melakukan program Penanganan dan Percepatan memutus mata rantai virus Corona dengan pendekatan dan program nyata ke masyarakat.

    Terakhir Wali Kota Tri Rismaharini meresmikan laboratorium daerah guna melakukan test swab. Selasa (15/09/2020), Wali Kota Taman Itu, meresmikan
    Laboratorium Kesehatan Daerah Surabaya di Jalan Gayungsari no 124, Surabaya,

    Wali Kota Risma menyatakan bahwa laboratorium ini, akan menjadi tempat test swab gratis bagi warga Kota Surabaya. Oleh karena itu, sangat berharap warga Surabaya yang sering bolak-balik ke luar kota dan datangnya ke Surabaya malam-malam, maka diharapkan bisa mampir ke laboratorium tersebut sebelum pulang ke rumahnya masing-masing.

    Laboratorium 24 jam itu, khusus bagi warga pendatang (bukan KTP Surabaya) hanya dikenakan retribusi Rp 120 ribu. Inilah gebrakan sekaligus aktifitas nyata memerangi Covid-19.

    Kerja keras Wali Kota Risma bersama tim Satgas Covid-19 Surabaya, memetik hasil luar biasa. Dimana Surabaya mampu menekan angka kasus positif. Juga mengurangi kasus data wafat, walaupun secara akumulasi masih tinggi.

    Belum selesai membuat gebrakan test swab gratis, melakukan test masaal di berbagai kampung dan tempat keramaian, melakukan isolasi di hotel dan asrama haji, kini menjaga kampung dengan sungguh-sungguh.

    Memberikan dana hibah untuk mendorong dan memberikan dorongan pengurus kampung dan masyarakat aktif melakukan deteksi sejak dini, penyebaran virus Corona juga melakukan pendataan sekaligus memutus mata rantai Covid-19 dari kampung.

    Dalam waktu dekat kota Surabaya segera membagikan dana hibah, bagi Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya nomor 48 tahun 2020 tentang pemberian hibah kepada Gugus Tugas Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo dalam rangka penanganan dampak Covid-19 di Kota Surabaya, sudah ditandatangani.

    Perwali tersebut sudah diteken pada 29 September 2020. Saat ini, prosesnya masih persiapan untuk dibagikan. Wali Kota Risma menegaskan, tujuan pemberian dana hibah ini sebagai upaya preventif penanganan dan pencegahan serta untuk memutus mata rantai penyeberan Covid-19.

    Pesan paling hebat dari Risma menjelang akhir masa jabatan, bahwa paling penting juga untuk menumbuhkan semangat kegotongroyongan pada masyarakat dalam rangka penanganan dan pencegahan Covid-19.

    Perwali atas persetujuan DPRD Kota Surabaya, paling tidak siap memberikan dana hibah. Dimana hingga saat ini sudah ada sebanyak 1.298 Kampung Tangguh yang terbentuk dan sudah berjalan dengan SK Camat.

    Berdasarkan Perwali nomor 48 tahun 2020, permohonan dana hibah ini diajukan secara tertulis kepada Wali Kota Surabaya melalui Kepala BPB Linmas. Permohonan itu diajukan oleh Ketua atau Koordinator Gugus Tugas Kampung Tangguh di masing-masing wilayah.

    Lepas dari plus minus, lepas dari pro kontra, lepas dari berbagai permasalahan sangat menarik soal kota Surabaya. Sebuah catatan ringan sabagai contoh untuk seluruh kota, kabupaten dan provinsi secara nasional. Surabaya telah mencatat 3 gebrakan dalam 1 bulan terakhir, dan itu nyata bersama-sama gotong royong melawan virus Corona.

    Pertama, rencana proses belajar mengajar dengan tatap muka melalui proses kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Kedua, melakukan rest swab masaal gratis. Dan ketiga, pemberian dana hibah untuk kampung tangguh wani jogo Surabaya melawan Covid-19.

    InsyaAllah ini program nyata melawan virus Corona. Dan dalam waktu dekat Surabaya akan menjadi contoh kehidupan berbangsa dan bernegara dengan melakukan budaya normal baru sebagai penguatan atau pengembalikan budaya lama yang hilang karena moderanisasi dan digitalisasi. Inilah sesunggunya potret Kota Surabaya, kota percontohan nasional dalam hidup gotong royong begitu Pancasila begitu religius.

    Surabaya dengan kasus Covid-19 hingga tanggal 3 Oktober 2020, (akumulasi dari awal) mencatat kasus positif 14.527; kasus data sembuh 12.948; dan data wafat 1.077. InsyaAllah akan menjadi kota pertama menjalankan kehidupan normal baru bersama virus Corona, menjalankan protkol kesehatan bahkan lebih dari itu. Semua warga dalam berbagai aktifitas, akan tetap sehat wal afiat karena wani jogo kampung tangguh secara totalitas. (@)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan