Minggu, 21 Juli 2024
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaGatot Nurmantyo Sempat Naik Mimbar 3 Menit, Aliansi Pemuda Surabaya Tolak Kehadiran...

    Gatot Nurmantyo Sempat Naik Mimbar 3 Menit, Aliansi Pemuda Surabaya Tolak Kehadiran KAMI

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) –
    Rencana mantan Panglima TNI Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo memberikan orasi dihadapan puluhan massa KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia)  di Gedung Juang 45 Surabaya dibubarkan oleh Polda Jawa Timur, Senin (28/9/2020).

    Diduga kegiatan KAMI belum mengantongi izin dari Polda Jawa Timur. Selain itu juga tidak mematuhi Prokes (Protokol Kesehatan) ditengah Pandemi Covid-19.

    Aksi ini dikawatirkan akan menimbulkan gangguan keamanan ditengah kota Surabaya sedang menyiapkan Pilwali, terutama penularan Covid-19.  Gatot Nurmantyo, salah satu tokoh yang se visi dengan kelompok KAMI sempat datang di Gedung Juang 45 Surabaya.

    Bahkan sempat naik panggung, namun tiga menit kemudian  langsung turun setelah ada petugas Polda Jawa Timur memberikan pengertian.

    Baca juga :  Survei Pilwali Surabaya 2024 ARCI: Eri Cahyadi Makin Kokoh, Bayu Airlangga Terus Mengejar

    Sementara diluar gedung  ratusan massa dari berbagai elemen di Kota Surabaya melakukan aksi penolakan deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang menghadirkan tokoh besar Gatot Nurmantyo. Massa ormas yang mengatasnamakan Surabaya Adalah Kita mulai berdatangan sejak pagi. Lalu  memblokade pintu masuk Gedung Juang 45.
    Mereka berusaha mencegat setiap anggota KAMI Jatim yang akan masuk gedung tersebut.

    Beberapa kali, pengendara motor atau mobil yang akan masuk Gedung Juang 45 dirazia oleh massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Surabaya, Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA) dan Maluku 1 Rasa (M1R).

    Gatot Nurmantyo Sempat Naik Mimbar 3 Menit, Aliansi Pemuda Surabaya Tolak Kehadiran KAMI

    Beberapa spanduk pun dibentangkan massa aksi. Seperti “Aliansi Pemuda Surabaya Menolak Kehadiran KAMI Barisan Sakit Hati Pemecah Belah Bangsa.

    Baca juga :  Sidak Komisi A DPRD Surabaya Sasar Depo Peti Kemas

    “Arek Suroboyo Menolak KAMI Penyebar Virus Covid dan KAMI Ojo Banci, Nek Wani Nggawe Partai, Ojo Cuma Dadi Provokator” ini dibentangkan.

    Koordinator aksi, Chakti menegaskan bahwa pihaknya menolak keras deklarasi KAMI. Hal itu dikarenakan dapat menyebarkan virus Covid-19 di Kota Pahlawan. “Keberadaan KAMI Jatim pemecah belah bangsa,” ujarnya. “KAMI bukan gerakan moral melainkan gerakan makar gerombolan sakit hati,” tambahnya.

    Sementara itu, Kapolsek Sawahan AKP Wisnu Setiyawan Kuncoro di lokasi mengatakan bahwa tidak ada acara KAMI Jatim di Gedung Juang 45. Menurutnya, pihak penyelenggara harusnya memperhatikan kelayakan bangunan.

    “Ini kan kegiatan yang mengumupulkan massa harusnya diperhitungkan bagaimana protokol kesehatannya. Acara ini juga tidak ada izin,” terangnya.

    Baca juga :  Baktiono: Tanah Fasum Itu Milik Pemkot Surabaya

    Ada tiga titik yang di singgahi Gatot Nurmantyo diantaranya Gedung Juang 45, Jabal Nur kawasan Masjid Agung dan di Masjid Assalam kawasan MER Surabaya.

    Menanggapi aksi penolakan massa Surabaya, Jendral TNI (Purn) Gatot Nurmantyo menyatakan, bahwa KAMI jangan putus asa dengan penolakan. Aksi penolakan tidak hanya di Surabaya melainkan juga di Bandung.

    Semakin ditolah, kami semakin gigih dalam perjuangan KAMI sebab yang kita perjuangkan ini adalah semata mata untuk kebenaran. KAMI selalu mengingatkan untuk sebuah kebenaran. Apa yang salah dari KAMI.

    Sama seperti di Bandung. Penolakan itu dilakukan oleh massa yang mengatasnamakan PMII.  Lalu ada tawawan demo, ya mereka terima saja tawaran itu. tegas Gatot Nurmantyo (guh/min)

    Reporter : Teguh Safrianto

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan