SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimis bahwa sinergitas antara Kamar Dagang dan Industri Daerah (KADINDA) Jatim dengan Pemprov melalui pengembangan pendidikan Vokasi bisa menjadi lokomotif penggerak perekonomian Jawa Timur di tengah kondisi pandemi saat ini.

“Nantinya bisa dilakukan sinergitas yang lebih intens antara KADIN dan pelaku-pelaku usaha di lingkungan KADIN serta tim dari Pemprov. Apalagi kalau ada intervensi dari Pendidikan Vokasinya,” ungkap Gubernur Khofifah dalam arahannya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menjadi keynote speech pada acara Webinar yang diselenggarakan oleh KADIN Jatim, BKSP Jawa Timur Bekerjasama dengan IHK (kadin) Trier Jerman di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Selasa (22/9) pagi.

“Saat ini kita memang harus melakukan sharing ekonomi. Inilah kolaborasi, inilah sinergi yang memang harus dilakukan,” ujar Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah menyatakan, sinergitas dan kolaborasi dengan berbagai elemen menjadi keharusan untuk terus meningkatkan kapasitas SDM berbasis Vokasi di Jatim. Khususnya beragam soft skill. Dirinya berharap agar KADIN Jawa Timur bisa terus memberikan support agar pendidikan vokasi bisa makin signifikan memberikan solusi yang lebih advance untuk saat ini dan masa mendatang.

Dirinya menekankan, program kolaborasi antara industri, proses pelatihan dan pendidikan vokasi ini haruslah terintegrasi. Seperti halnya kesempatan magang bagi pelajar SMK, disebut Khofifah harus diberikan waktu lebih panjang sehingga cukup untuk siap kerja pada saatnya.
Tak hanya satu dua bulan, bisa lebih dari enam bulan hingga satu tahun.

“Pelatihan harus kita tingkatkan, utamanya yang terkait dengan kebutuhan industri dan jenis vokasinya yang bisa menjamin link and match keduanya,” imbuh Gubernur yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini.

Dengan mengacu pada prosentase penempatan peserta pelatihan di berbagai UPT BLK di Jawa Timur sudah mencapai 65,16%, Gubernur Khofifah pun meyakini angka tersebut bisa terus naik dengan adanya intervensi dari sektor Industri dan KADIN.

Oleh sebab itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan terima kasih kepada perwakilan IHK Trier Jerman Andreas Gosche atas dukungan pendidikan vokasi yang nantinya akan diberikan baik melalui KADIN maupun pemerintah Jerman.

Tak hanya fokus pada bidang industri, Gubernur Khofifah juga menyoroti peran vokasi bagi sektor Agro di Jawa Timur. Dirinya menyebut bahwa ada varian-varian yang ternyata bisa diberi intervensi yang dapat meningkatkan nilai tambah secara signifikan.

“Ada vokasi-vokasi yang bisa diadaptasikan dengan potensi lokal, yang dapat meningkatkan nilai tambah lebih signifikan” tutur Gubernur perempuan pertama Jatim ini.

Khofifah menjelaskan, di berbagai wilayah tengah mengembangkan dari yang tadinya petik-olah-kemas-jual, menjadi tanam-petik-olah-kemas-jual. Disinilah peran dari KADINDA di Kab/Kota agar bisa memberikan pendampingan baik training atau pelatihan guna peningkatan inovasi bagi SDM yang ada di daerah. (guh/min)