Minggu, 21 Juli 2024
27 C
Surabaya
More
    OpiniTajukSatgas Covid-19 Wajib Menyelamatkan Nakes

    Satgas Covid-19 Wajib Menyelamatkan Nakes

    Oleh : Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi Transparansi

    Sistem pelayanan di rumah sakit khusus Covid-19, harus segera diubah supaya mengurangi korban berguguran dari tenaga kesehatan (nakes). Sebab jika tidak ada penyelamatan secara profesional, maka akan mengakibatkan korban berjatuhan gugur sia-sia di rumah sakit.

    Seluruh jajaran organisasi nasional Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Himpunan Perawat Nasional Indonesia (HPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), wajib membuat protokol kesehatan khusus nakes, mulai dari rumah sakit khusus rujukan sampai Puskesman sebagai garda terdepan melayani masyarakat.

    Sebab, terbukti Jatim menjadi menyumbang tertinggi korban nakes, karena terpapar virus Corona dalam melakukan tugas mulia selama menangani berbagai pasien dengan potensi Covid-19 sangat tinggi.

    Menyelamatkan nakes supaya tidak gugur karena Covid-19, secara sia-sia, maka harus ada beberapa prosedur wajib dilakukan. Pertama, Alat Pengaaman Diri (APD) khusus nakes dalam tugas di mana saja.

    Kedua, Puskemas dan rumah sakit bukan rujukan, membuat ruangan khusus bagi pasien dengan tanda-tanda Covid-19. Ketiga, bagi nakes bertugas di resepsionis wajib memakai APD walaupun menerima pasien bukan Covid-19.

    Keempat, ruangan khusus istirahat nakes harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas, sehingga apabila sudah maksimal dalam mengabdi dapat beristirahat secara cukup, nyaman, dan aman.

    Kelima, Dinas Kesehatan mengumumkan kepada seluruh tempat berobat swasta maupun pemerintah, Puskesmas, rumah sakit umum, rumah sakit rujukan, melengkapi dengan 4 (empat) syarat utama di atas.

    Keenam, jam kerja nakes harus diseimbangkan dengan waktu istirahat cukup bahkan lebih, supaya tidak sampai kelelahan, dan mengakibatkan mudah terserang virus Corona atau virus lain yang membuat imunitas diri bisa turun seketika.

    Ketujuh, hari libur dan tambahan intensif bagi nakes, sangat perlu ditambah dan diutamakan supaya mendukung semangat kerja dengan jumlah pasien Covid-19 diprediksi masih cukup lama.

    Sebagaimana diketahui
    dr Joni Wahyuhadi, Kepala Rumun Satgas Covid-19 Pemprov Jatim kepada wartawan di gedung negara Grahadi Surabaya, mengatakan bahwa data yang diumumkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat per tanggal 31 Agustus 2020, menyebutkan angka kasus dokter yang meninggal tertinggi di Jatim dengan total 27 kasus.

    Dengan perincian;
    Praktik pribadi 7 kasus setara 26 persen
    Puskesmas 6 dokter setara 22,2 persen,
    Dokter spesialis lima kasus setara 18,5 persen,
    Dokter UGD 4kasus setara 14,8 persen,
    Tidak praktik tiga kasus setara 11,1 persen,
    Dua (2) kasus PPDS setara 7,4 persen.

    Sebagai upaya penyelamatkan nakes, maka perlu protokol khusus bagi nakes dengan beberapa ketentuan minimal di atas. Sebab, jika tidak ada program pengecualian dan lebih diprioritaskan , maka akan terjadi korban berguguran nakes akibat Covid-19 terus bertambah.

    Satgas Penanganan dan Pengendalian Covid-19 bersama Tim Terpadu mendata, jumlah rumah sakit, Puskesmas, praktik dokter pribadi melakukan protokol kesehatan khusus nakes.

    Data sementara dari Sekretaris Jenderal PP Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ade Jubaedah,
    hingga 21 September, 2.291 bidan positif Covid-19, 93 suspek, 223 kontak erat, 746 sedang menjalani isolasi mandiri, 178 sedang dirawat di rumah sakit, 1.345 orang sembuh, dan 22 bidan meninggal dunia.

    Sedangkan jumlah dokter gugur karena Covid-19 terus bertambah. Data Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menurut Ketua Umum IDI dokter Daeng Faqih, hingga 21 September 2020, terdapat 117 dokter yang meninggal dunia.

    Ketua Umum DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhilah mengatakan bahwa hingga minggu ketiga September tercatat 85 perawat meninggal dunia karena Covid-19.

    Empat provinsi yang sudah konfirmasi yakni Jawa Timur 844 perawat, DKI Jakarta 1.629 perawat, Sulawesi Selatan 350 perawat, dan di Bali per 9 Agustus 156 perawat.

    Mengubah protokol kesehatan khusus nakes, merupakan kewajiban Satgas Covid-19 nasional untuk menyelamatkan nakes, sekaligus menyelamatkan anak bangsa yang terinfeksi virus Corona atau sakit lain, dapat ditangani nakes dengan profesional dan tetap terjaga. (JT/BBS)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan