Sementara itu, Risma menyampaikan terimakasih banyak kepada FIABCI yang akan mengusulkan Surabaya dalam program City prosperity Initiative (CPI). Ia juga mempersilahkan kepada mereka untuk melakukan survei di Kota Surabaya.
“Kami siap kapan pun kalau mau disurvei,” imbuhnya.
Risma juga menjelaskan berbagai pembangunan dan keindahan Kota Surabaya melalui beberapa slide gambar. Mulai dari indahnya Bunga Tabebuya, taman-taman, kampung-kampung, dan Kebun Raya Mangrove yang ada di Kota Pahlawan.
“Kami juga banyak membangun jalan yang mana kami menggunakan uang sendiri, kami juga banyak membangun box culvert karena kami sangat konsen dalam mencegah banjir,” kata dia.
Selain itu, ia juga menjelaskan pengelolaan sampah, termasuk di PLTSA yang saat ini sudah bisa menghasilkan listrik 11 megawatt. Ia juga menjelaskan eks lokalisasi Dolly dari yang dulunya lokalisasi terbesar se Asia Tenggara hingga berubah menjadi pusat perekonomian rakyat.
Presiden UCLG ASPAC ini juga menjelaskan penanganan Covid-19 di Kota Surabaya. Ia memastikan bahwa saat ini Pemkot Surabaya sudah mampu mengendalikan pandemi itu.
“Jadi, Alhamdulillah saat ini kami sudah bisa mengendalikan. Kami juga terus melakukan tes ke berbagai pihak dan tes kami tertinggi se Indonesianya,” tukasnya. (wt)





