Djoko Tetuko Abdul Latief

Oleh : Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi

(Berjanji jika Korupsi Siap Dihukum Mati)

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tanggal 9 Desember 2020, jika tidak ada perubahan, maka calon Gubernur – Wakil Gubernur, Bupati – Wakil Bipati dan Walikota – Wakil Walikota, wajib menyampaikan materi kampanye 3T dan 3M.

Kepala Sekretariat Kepresidenan Moeldoko, ketika berkunjung ke Kota Surabaya, (4/9/2020) menekankan “budaya baru” 3T dan 3M. Sebab persoalan itu, selama masa pandemi Covid-19 atau setelah virus Corona sudah mulai berkurang dan tetap terpantau menebar juga menyebar hingga terus membuat warga terinfeksi. Maka melakukan 3M harus terus dibiasakan.

Selain itu, bersamaan dengan wabah penyakit dari virus Corona mendunia dengan menyasar 218 negara, maka janji kampanye menyatakan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, sejak proses ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), tidak melakukan politik uang (money politics) juga tidak korupsi ketika terpilih nanti. Dan jika terbukti melanggar siap akan mendapat hukuman mati.

Materi 3T dan 3M memang sudah umum dan menjadi “budaya baru” dalam kehidupan sehari-hari, hari ini dan hari-hari ke depan. Sebab, virus Corona dapat dijauhkan dari kondisi bersih dan terjaga.

Apalagi dalam kurun waktu hingga 3 tahun ke depan, walaupun sudah ada vaksin Covid-19 atau obat-obatan serta jamu, namun 3T (testing, tracing, dan treatment), tetap dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas sehat masyarakat.

Demikian juga 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker), justru semakin masiv menjadi “budaya baru”. Sebab tanda-tanda akhir jaman dan penyakit dengan mode seperti virus Corona yang masih terus menebar dan menyebar dengan penuh ajaib, maka tidak ada pilihan kecuali membiasakan “budaya baru”.

Sebab jika “budaya baru” 3T dan 3M menjadi materi kampanye, maka masyarakat di semua sektor maka kesehatan mereka jakan terjaga, juga mampu bekerja dan berkarya untuk mewujudkan ketahanan pangan.

Kedepan jika warga sudah terbiasa melakukan “budaya baru”, akan meningkatkan semangat hidup dan terus bekerja serta berkarya, seperti sebelum ketakutan melakukan berbagai kegiatan sebelum ada wabah Covid-19.

Tidak kalah penting, mengingat penyebab “keajaiban” Covid-19 adalah kemurkaan para pemimpin dunia, keserakahan para pemimpin dunia, juga masyarakat dunia membiarkan korupsi semakin membudaya, termasuk tumbuh subur di Indonesia, sehingga materi kampanye berjanji tidak korupsi menjadi materi wajib.

Bahkan, semua calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, berjanji serta mau membuat pernytaam jika korupsi siap dihukum mati.

Demikian juga suasana Pilkada serentak, jika ada calon kepala daerah dan wakil kepala daerah berbuat curang atau penyimpangan dengan melakukan money politics, maka siap digugurkan sebagai calon dan siap dihukum mati.

Sekedar mengingatkan dengan materi menjaga” akhlaqul karimah (akhlaq mulia atau budi pekerti tinggi), dan menjaga kesehatan serta ketahanan pangan masyarakat, tanpa melakukan money politics, insyaAllah sebagai ikhtiyar (usaha) supaya bangsa Indonesia diselamatkan dari berbagai balak, bencana, dan wabah, termasuk virus Corona akan menjadi bagian kehidupan nyata tanpa ancaman menakutkan, dan menjadi ramah dengan “budaya baru” 3M.

Materi kampanye wajib berupa 3T, 3M, dan tidak money politics serta tidak korupsi, sekali lagi insyaAllah akan mengantarkan bangsa dan negara Indonesia sesuai cita-cita para pendiri bangsa, masyarakat akan makmur dan sejahtera serta mendapat keadilan sosial secara nyata. (@)