Rabu, 24 Juli 2024
27 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanKarimullah : Jember Adalah Golkar

    Karimullah : Jember Adalah Golkar

    SURABAYA  (WartaTransparansi.com) – Ketua terpilih Partai Golkar Kabupaten Jember, Jawa Timur Karimullah Dahrujiadi, mengaku, tantangan Golkar diwilayahnya akan semakin berat.

    Amanat Musda dan saya sudah berjanji jika tidak bisa menaikan sampai delapan (8) kursi di DPRD, mundur dari jabatan meski dirinya memegang kendali partai baru kali ini.

    Anggota DPRD Jawa Timur dua periode ini menyatakan, tantangan pertama adalah bagaimana Golkar makin dicintai oleh rakyat mengingat sejak era reformasi, perolehan kursinya terus merosot. Bahkan pada Pemilu 2019 lalu, Golkar pada titik terendah yakni hanya kebagian 2 kursi saja.

    Sementara partai partai lain semakin megembangkan sayapnya dan mendapat tempat dihati masyarakat. Namun saya tidak galau dengan kondisi itu. Dalam sejarah politik lokal Jember, Golkar pernah mengalami masa keemasan (era orde baru) dimana tingkat kepercayaan masyarakat pada Golkar selalu diatas 75 persen.

    “Mungkin orang bilang target 8 kursi itu hanya mimpi. Nggak apa apa. Orang harus punya mimpi. Tidak punya mimpi sama saja tidak punya cita cita, tidak memiliki kemauan,” ungkap Karimullah kepada WartaTransparansi.com di Gedung Golkar Jawa Timur, Senin (24/8/2020),

    Baca juga :  Pj. Gubernur Adhy Pastikan Jatim Siap Majukan Industri Kelapa Berkelanjutan dan Wujudkan Ekonomi Hijau

    Enam  kursi adalah target minimal rasional. Sedangkan delapan kursi adalah target  maksimal rasional. Artinya di Jember itu jumlah pemilih sangat tinggi. Asumsi kita di Jember itu ada 6 dapil, tiap Dapil wajib 1 kursi. Selebihnya adalah Dapil potensial dua kursi. Itu sebabnya maka kualitas Caleg harus betul betul dipertanggung jawabkan.

    Kedua, Jember itu sebenarnya adalah masyarakat Golkar. Luas wilayah yang mayoritas masyarakatnya berada di Perkebunan Tebu, adalah penyokong utama pengumpulan suara sejak Golkar ikut Pemilu diera orde baru sampai masuk era reformasi. Virus orde baru akan sebar lagi kemasyarakat, kata dia.

    Saya oleh Ketua DPD Pak Sarmuji diberi waktu hanya empat hari menyusun kabinet. Jauh lebih singkat dari DPD lainnya, sebulan. Ini karena Jember sedang menyiapkan Pemilukada (Pilihan bupati).

    Baca juga :  Pj. Bupati Jombang dan Bondowoso Dilantik, Adhy Karyono : Segera Koordinasi dengan DPRD

    Di Pilkada tahun 2020, saya termasuk yang ditawari untuk menjadi orang kedua. Tapi saya mempertimbangkan, karena ingin menyelesaikan tugas di DPRD Jawa Timur. Siklus saya berpartai dua periode-an,  DPRD Jember 2 periode dan dua periode DPRD Jawa Timur.

    Setelah tugas di Provinsi selesai, saya tidak nyaleg lagi. Saya ingin berkarier dibirokrasi (bupati). “Hari ini kami oleh teman teman dipercaya sebagai ketua. Tugas saya adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat. Doakan saya tetap sehat dan mampu mengemban amanah Musda ini.

    Kebetulan saya termasuh salah satu pengurus PCNU, AMPI, paguyuban perangkat desa. Lahirnya Perda 6/2014 tentang perangkat desa, saya yang mempelopori. Lalu aktif di Pemuda Pancasila (PP) Jember. Teman teman cukup banyak. Insyaallah  banyak dukungan.

    Baca juga :  Survei ARCI Terbaru, Khofifah-Emil Belum Temukan Lawan Seimbang

    Ketua Golkar Jawa Timur M. Sarmuji menaruh harapan besar pada Karimllah. Kepada media ini Sarmuji menyatakan, tradisi tradisi Golkar yang sebelumnya melekat di masyarkat layak untuk dipertahankan.

    Kemudian kader kelurahan untuk di maksimalkan. Ini bisa menunjang saksi saksi dilapangan. Harus ada inovasi baru untuk memikat hati pemilih terutama pemilih milenial.

    Ketua terpilih juga harus peka dengan fakta fakta baru yang ada di masyarakat, karena bila itu dilakukan maka ada keyakinan bahwa kemenangan Golkar dapat diraih.

    Soliditas antar kader dan disemua tingkatan juga dapat menjadi modal awal Golkar Jember mencapai dan mewujudkan tujuannya.

    Sebagaimana diketahui, Karimullah Dahrujiadi, terpilih sebagai Ketua baru Golkar Jember melalui Musda X Partai Golkar pada Senin (24/8/2020) yang berlangsung di Kantor Golkar Jawa Timur melalui mekanisme aklamasi, menggantikan seniornya Arief Sugito. Musda itu diawasi Ketua DPD Golkar Jawa Timur M. Sarmuji dan Sekretaris Sahat Tua Simanjuntak. (min)

     

    Reporter : Amin Istighfarin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan