Armuji Bersedia Maju di Pilkada jika Diperintah Megawati

Armuji Bersedia Maju di Pilkada jika Diperintah Megawati
Teks :  Armuji

Disinggung peta politik di internal PDI-P? Cak Ji menjelaskan, semua mengalir saja. Artinya, jika rekom itu sudah diumumkan DPP, maka semua struktural, mulai dari DPC, PAC, dan anak ranting akan bersatu untuk memenangkan calon yang mendapat rekom tersebut. “Ini sudah teruji beberapa kali di pilkada Surabaya,” urai Cak Ji.

Sementara peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdussalam mengaku kaget mendengar kabar jika Armuji mundur dari pencalonannya sebagai bacawawali. Padahal politisi senior itu memiliki modal elektoral cukup penting, yakni memperoleh suara tertinggi di dapil Jatim 1 pada Pileg 2019. Apalagi Cak Ji merupakan kader utama di Surabaya.

Ya kami menghormati keputusan Pak Armuji. Dan alasan mundurnya juga masuk akal, yakni membantu masyarakat yang terdampak Covid 19. Ini perlu diapresiasi banyak pihak. Tapi yang jelas semua calon tetap punya peluang sama,” jelasnya.

Menurut dia, kendati Pilkada Surabaya kelasnya kabupaten/kota, tapi sesungguhnya masuk kategori liga satu pilkada di Indonesia yang akan menjadi ajang perebutan kuasa simbolik partai. Sehingga tekanannya cukup tinggi. “Pilkada Surabaya ini berat. Di sana sini ada konflik dan itu bisa dibaca dari luar,” ungkapnya.

Soal belum turunnya rekom PDI-P untuk Pilkada Surabaya, Surokim menyatakan, jika momen ini ditunggu banyak orang, mengingat KPU segera membuka pendaftaran.

Menurut dia, DPP PDI-P tak seharusnya mengumumkan rekom saat last minute. Sebab calon yang direkom nanti tentu butuh persiapan, dan biasanya butuh waktu di atas enam bulan untuk sosialisasi ke masyarakat. (sr)