Sementara itu Anggota Komisi E DPRD Jatim Hari Putri Lestari meminta Disnakertran untuk menginventarisiasi kebutuhan peralatan yang urgent di 16 BLK. Sebab, data tersebut akan menjadi pijakan dalam alokasi anggaran nanti.
“Kami di Komisi E siap memperjuangkan tambahan anggaran. Sebab, tadi saya lihat peralatannya masih lama. Komputer misalnya, masih menggunakan teknologi lama. Padahal sekarang sistemnya sudah baru semua,” katanya.
Hari mengatakan, investasi skil bagi lulusan BLK sangat penting agar bisa bersaing di dunia kerja, salah satunya dengan upgrade peralatan. “Beberapa anggaran memang dipotong untuk Covid-19. Namun, khusus untuk BLK harus mendapat priorotas sebagai upaya recovery ekonomi,” ujarnya.
Kepala Disnakertran Jatim Himawan Estu Bagijo mengapresiasi usul DPRD Jatim tersebut. Dia juga berharap kebutuhan BLK terpenuhi. “Setiap tahun di BLK juga ada analisa kebutuhan pelatihan kerja, sesuai daerah masing-masing. Ini akan kami optimalkan lagi,”pungkasnya. (sr)





