DPRD Jatim Sayangkan Rendahnya Insentif Nakes Covid-19 

DPRD Jatim Sayangkan Rendahnya Insentif Nakes Covid-19 
Foto:RDP Komisi E DPRD Jatim hearing dengan IDI dan Dinkes. 

Ia juga bersyukur sebagian daerah juga mau mengalokasikan anggaran untuk membantu riset dan pembuatan journal international terkait penanganan Covid-19 yang banyak dilakukan mahasiswa kedokteran di Jatim, mulai dari uang semester dan riset dibantu hingga 50 persen hingga didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan oleh kampus.

“Itu keterangan dari para direktur rumah sakit yang ada di Jatim,” pungkas Hikmah.

Sebelumnya Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur menggelar hearing dengan IDI Jatim, dan Dinkes Jatim membahas terkait para tenaga kesehatan (Nakes) yang saat ini juga menjadi korban Covid 19.

Berdasarkan data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim jumlah dokter yang terpapar covid-19 berdasarkan hasil Swab/PCR di luar Surabaya ada sebanyak 76 orang dan yang meninggal sebanyak 10 orang.

Kemudian untuk perawat ada sebanyak 106 orang dan meninggal dunia sebanyak 10 orang. Sedangkan untuk bidan yang terpapar covid-19 sebanyak 52 orang dan  meninggal dunia sebanyak 2 orang.

“Informasi itu berdasarkan laporan organisasi IDI, dan tentunya kalau ditambah dengan Kota Surabaya mungkin akan lebih banyak lagi nakes yang terpapar dan menjadi korban Covid-19. Menyikapi fenomena tersebut, IDI Jatim menyarankan agar tenaga kesehatan harus mendapatkan prioritas,” kata Ketua IDI Jatim dr Sutrisno. (sr)