DPRD Jatim Sayangkan Rendahnya Insentif Nakes Covid-19 

DPRD Jatim Sayangkan Rendahnya Insentif Nakes Covid-19 
Foto:RDP Komisi E DPRD Jatim hearing dengan IDI dan Dinkes. 

SURABAYA  (WartaTransparansi.com) – Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hj Hikmah Bafaqih mengakui adanya rapat dengar pendapat (RDP) mendapat banyak masukan terkait adanya keluhan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) soal banyaknya tenaga kesehatan yang meninggal akibat Covid-19.

Sehingga perlu adanya koordinasi antarinstansi untuk penanganan sekaligus pemberian perhatian lebih kepada mereka yang berada di garda terdepan penanganan corona.

Ia mencontohkan, soal jumlah mortalitas (kematian) nakes ternyata versi IDI lebih banyak dibanding yang dilaporkan Satgas Covid-19 Jatim.

“Laporan Dinkes Jatim hanya ada 8 nakes yang meninggal karena Covid-19. Tapi versi IDI Jatim justru menjadi 22. Nah inilah gunanya mempertemukan mereka tadi,” jelas politisi asal PKB tersebut.

Selama ini yang dilaporkan Dinkes itu hanya data dari laboratorium rumah sakit. Berarti ada nakes yang sebelumnya tidak dilaporkan.

“Ini khan kasihan, karena tak dilaporkan mereka (nakes) yang meningal tidak mendapatkan uang duka dan tidak mendapatkan apresiasi selayaknya,” harap Hikmah.

Politisi asal Malang ini juga menyayangkan rendahnya serapan dana insentif bagi nakes yang menagani Covid-19, hingga kemenkes dan presiden marah-marah karena serapannya masih 1,53 persen.

“Dari keterangan Kadinkes Jatim datanya baru terkirim 10 hari lalu karena prosesnya panjang  khususnya bagi nakes di Rumah Sakit dan puskesmas swasta,” jelas Hikmah Bafaqih.