Teks foto: Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno

SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Kemenpora sudah membuka izin untuk pelaksanaan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk cabang olahraga untuk menyambut event internasional tahun depan. Namun harus mampu menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dalam masa new normal di era pandemi corona tahun ini.

Untuk itu KONI Pusat sebagai induk organisasi cabang olahraga (cabor) siap membantu Kemenpora RI dalam upaya menjaga konsistensitas penerapan new normal di pelatnas. Menurut Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno, penerapan protokol kesehatan dalam dunia olahraga merupakan hal baru. Jika tidak dibarengan kedisipilinan, risikonya sangat besar.

“Kita akan memberikan paparan kepada atlet melalui induk organisasi cabor bagaimana risiko yang harus ditanggung jika gagal menerapkan protokol kesehatan. Selain menghancurkan masa depan atlet itu sendiri, juga efeknya bagi yang lain,” ujar Mantan Pangdam V/Brawijaya tersebut.

Sehingga, menurut Suwarno harus ada dobel pengawasan dalam pelatnas. Bukan hanya dari induk cabor sebagai pengawas internal, tetapi juga harus ada penanggungjawab di pelatnas yang secara berkala memberikan laporan untuk jalannya pelatnas.

Diakuinya, Pelatnas merupakan kebutuhan mutlak jika atlet ingin siap tampil maksimal dalam sebuah pertandingan. Hal itulah yang melandasi perlu digelarnya pelatnas kendati saat ini Indonesia sedang dilanda virus corona. Tentunya ada new normal itu, sebagai langkah yang tepat dalam usaha untuk bisa melakukan kegiatan tetapi tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan.

Apalagi, ajang olahraga di tahun depan baik single event maupun multi event sangat padat. “Prinsipnya program latihan atlet di normal baru tidak boleh terganggu,” katanya.

Sejumlah cabang olahraga, seperti bulu tangkis, angkat besi, dan menembak memang masih menjalani kegiatan pelatnas di tengah pandemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan.

KONI Pusat saat ini masih terus menjalin komunikasi dengan induk cabang olahraga untuk menyusun protokol kesehatan. Selain panduan kegiatan pelatnas dan pelatda, protokol juga mencakup protokol dalam memulai kembali kompetisi yang sempat terhenti.

Pemerintah telah menganggarkan untuk menanggung seluruh biaya serangkaian tes Covid-19 bagi para atlet. “Pimpinan cabor memanfaatkan anggaran yang ada, sedangkan yang ada di daerah, mereka dapat anggaran dari KONI Provinsi. KONI dapat dari pemerintah daerah,” katanya.

Sebelumnya, Menpora Zainudin Amali mempersilakan pemusatan latihan nasional olahraga bergulir di masa new normal, tapi dengan syarat mematuhi protokol kesehatan. (sr)