Sabtu, 22 Juni 2024
27 C
Surabaya
More
    Renungan PagiRamadhan Usai, Amal Ibadahnya Jangan Sampai Teruarai

    Ramadhan Usai, Amal Ibadahnya Jangan Sampai Teruarai

    Assalammualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

    Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah, Wahai sekalian hamba-hamba Allah, bila bulan Ramadhan telah usai, maka sesungguhnya hak-hak Allah tak akan pernah usai, kecuali dengan kematian Allah Ta’ala berfirman. Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal).”  (QS. Al Hijr: 99)

    Dialah Allah Rabbnya bulan Ramadhan, dan Dialah Rabbnya bulan Syawal, dan Dialah Rabb seluruh bulan-bulan dalam satu tahunnya, maka hendaknya kalian bertaqwa kepada Allah dalam seluruh bulan-bulan yang ada.

    Jagalah diri-diri kalian dalam beragama, peganglah dengan erat-erat disetiap bulan dan waktu. Sesungguhnya bulan Ramadhan pergi diiringi dengan syukur, diiringi dengan permohonan ampunan dan diiringi pula dengan kebahagiaan atas keutamaan dari Allah, yaitu kebahagiaan karena sebab Allah telah memberikan kesempatan kepada kita beramal, untuk melewatinya dengan puasa dan shalat.

    Maka berbahagialah kita dengan nikmat besar ini dan bukannya kita berbahagia karena telah perginya bulan Ramadhan, tetapi kita berbahagia karena kita telah menyempurnakan bulan suci itu dengan segenap ibadah, karena sebab itulah kita berbahagia.

    Berhati-hatilah kita dari banyak tindakan sia-sia, bergurau, bermain-main dan meninggalkan ketaatan kepada Allah.

    Dikarenakan setan sangatlah berambisi untuk membuat batal amal ibadah kita, sangat berambisi untuk bisa terhapus amal kebajikan kita.

    Tidak jarang menimpa sebagian manusia, apabila Ramadhan usai, menjadilah dia seorang yang merdeka dan bebas, seakan-akan dia telah keluar dari jeruji penjara, lalu dia menjerumuskan diri dalam perbuatan sia-sia, banyak bermain, lalai, menyia-nyiakan shalat, dan yang semisalnya dari perbuatan mungkar. Maka janganlah kalian mengurai hasil pintalan kalian

    Allah Ta’ala berfirman, Dan janganlah kamu seperti seorang wanita yang menguraikan benang hasil pintalannya dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. (QS. An-Nahl : 92).

    Bertaqwalah kalian kepada Allah wahai sekalian hamba-hamba Allah, jagalah amal kebajikan kalian yang telah kalian lakukan, bertaubatlah kepada Allah dari segala bentuk kekurangan dan kesalahan.

    Yaa Allah, janganlah Engkau jadikan bulan Ramadhan yang baru lalu itu sebagai bulan Ramadhan terakhir dalam hidupku. Jika Engkau jadikannya sebagai Ramadhan terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi. Aamiin yaa rabbal alaamiin. (Oleh: Ferry Ismirza)

    Penulis : Ferry Ismirza

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan