Jumat, 14 Juni 2024
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurLamonganSoal Covid-19, Kadis Perikanan Lamongan : Ada Respon Melawan Juga Ada Yang...

    Soal Covid-19, Kadis Perikanan Lamongan : Ada Respon Melawan Juga Ada Yang Abai

    LAMONGAN (WartaTransparansi.com) – Bukankah pesimesme itu membuat kita semakin lemah, semakin terpuruk, semakin tidak berdaya,  dan ahirnya kalah?

    Pertanyaan itu muncul setelah melihat respon masyarakat nelayan terhadap covid 19 Ahir Ahir ini. Ada yg  response fight (melawan) ada yang response flight ( abai).

    Pernyataan itu disampaikan oleh kepala dinas perikanan Lamongan Drs Heru Widi dalam acara yang bertajuk “sikap kita terhadap Corona”.melawan atau berdamai? Yang diikuti stake holders nelayan dengan protokol covid 19 di warung rakyat caffe, Senin (25/05/2020)

    Soal Covid-19, Kadis Perikanan Lamongan : Ada Respon Melawan Juga Ada Yang Abai

    Problemnya bukan terletak diantara dua kutup yakni melawan atau berdamai dengan covid 19.

    Akan tetapi pada sikap respon masyarakat yang ” abai, putus asa, bahkan cenderung apatis” terhadap protokol covid 19 yang harus dengan disiplin di praktekan dalam kehidupan sehari hari. Sebagai contoh sederhana ketika keluar rumah orang sudah tidak mau pakai masker lagi dan itu merata dimana mana .

    Meneurut Heru Widi, masyarakat harus selalu cuci tangan pakai sabun, atau hand sanitizer, sosial distancing, pysical distancing, pakai masker dikala keluar rumah untuk keperluan apapun, gemar makan ikan, sayur, buah, tentu mau berolah raga disekitar rumah sendiri.

    Lebih lanjut Drs Heru Widi mengutip pernyataan psikolog Dikky pelupesy ahli pandemi tanah air, bahwa ” pandemi bisa menjadi endemi” apabila respon masyarakat, dari response fight (melawan), semangat, berkesadaran besar, dan  disiplin kuat melaksanakan tata aturan baru, berubah menjadi sebuah sikap prilaku yang lengah, putus asa, tiidak perduli bahkan apatis (response flight) , maka potensi pandemi menjadi endemi semakin nyata, mudah mudahan itu tidak terjadi.

    Oleh karena itu Drs Heru Widi mengajak semua pihak utamanya stake holders nelayan, ulama, guru, ormas besar Islam NU, Muhammadiyah dengan semua Banom atau ortomnya, HNSI (Himpunan nelayan seluruh Indonesia), HNTI (Himpunan nelayan tradisional Indonesia) ANI (Aliansi Nelayan Indonesia), karang taruna, lembaga swadaya masyarakat, majlis ta’lim.

    Bersatu padu saling menguatkan, semangat, solid utk menghadapi new normal, tata pola hidup baru, seraya berharap agar pandemi tidak menjadi endemi , ujar Drs Heru Widi Kepala Dinas Perikanan Lamongan menutup acara stake holders meeting tersebut.

    “Kita berada di badai yang sama tapi tidak di kapal yang sama, biarlah kapal-kapal itu mencari jalan keluar dari badai tersebut dengan cara dan usahanya,” (guh)

    Reporter : Teguh Afrianto

    Editor : Amin Istighfarin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan