Minggu, 21 Juli 2024
27 C
Surabaya
More
    Renungan PagiLookdown atau Lockdown

    Lookdown atau Lockdown

    Oleh : Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans) – Dewan Penasehat GP Anshor Jatim

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Musibah corona di negeri kita tercinta ini hingga kini masih belum terlihat ujung pangkalnya, jumlah korban terus saja bertambah , peta pulau Jawa kian didominasi warna merah sebagai pertanda makin meratanya penyebaran virus corona.

    Tidak mudah siapapun pemimpin negeri ini mengahadapi cobaan yang sama Sekali diluar dugaan ini , pemimpin pemimpin wilayah sudah tak sempat lagi memamerkan performa pemerintahan yang direka se demikian rupa demi citra karir politiknya , mereka semua sekrang diuji atas kesungguhan nya mengedepankan kemanusiaan dari sekedar ambisi pribadinya.
    Pilihan sulit ketika dihadapkan dua hal : nyawa dan pergerakan ekonomi , walau sebenarnya keduanya memiliki tujuan dan konsekuensi yang sama ; kelangsungan hidup rakyat dan kemanusiaan .

    Jika fokus pada nyawa maka pemerintah harus tegas untuk menerapkan phisical distancing dan menutup semua pergerakan serta kegiatan ekonomi masyarakat dari level bawah hingga atas , tetapi konsekuensi nya sngat berat perekonomian akan lumpuh dan pasti akan berdampak pada masyarkat berpenghasilan rendah atau harian, Akibat yg ditimbulkan bisa terjadi adalah chaos serta tingkat kriminalitas akan meningkat drastis, keuntungannya virus corona bisa jadi akan lebih cepat sirna dari negeri ini .

    Jika fokus pada pergerakan ekonomi tanpa adanya pembatasan jarak fisik maka probabilitas jumlah yang timbang terkena virus corona akan makin banyak , dan akan lebih parah jika jumlah korban melebihi dari jumlah paramedis yang telah tumbang lebih dulu, lantas apa ekonomi bisa berkembang jumlah kematian makin bertambah dan mencekam ?

    Kita sadar bahwa semua opsi pasti akan berkonsekuensi yang tidak menguntungkan karena ini musibah, keputusan yg terbaik adalah keputusan yang dapat meminimalisir kemadhorotan / keburukan dalam bentuk apapun.

    LOOK DOWN

    ada 2 hal yang bisa dilakukan oleh kita masyarakat dalam mendukung upaya pemerintah yaitu : “LOOKDOWN” .

    LOOKDOWN pertama. ; menundukkan kepala/ patuh .

    Sebagai masyarakat sebaiknya tugas kita adalah ikuti dan patuhi segala upaya pemerintah yang rasional dalam mencegah menyebarnya “pandemi transnasional” ini. Kita pinggirkan dlu konflik konflik dan perbedaan madzhab politik yang mungkin masih menjangkiti para “unmoveoner” atau orang yg susah move oN dalam perbedaan pilihan politik. Kini saatnya kita menyatukan rasa kebangsaan kita untuk bersama sama mempercepat berakhirnya bencana nasional ini.

    LOOKDOWN yang kedua ; melihat kebawah dan sekitar kita .

    Mungkin sebagian dari kita yg selama ini hampir tidak pernah merasakan susah dan pahit getirnya kehidupan dan begitu ada cobaan sedikit langsung mengeluh, kini saatnya menundukkan kepala melihat masih bnyak jutaan warga indoneisa yang hidupnya jauh dibwah garis kemiskinan , mungkin bagi kita “stay@home” adalah santai santai bersama keluarga , tapi bagi mereka para pekerja harian “dirumahaja” adalah sumber dari malapetaka , pertengkaran rumah tangga hingga perceraian akan mudah Tersulut dari perut perut yang lapar.
    Kini saatnya kita yang berkelebihan rezeki untuk berbagi kepada Mereka , tundukkan kepala kita maka kita akan mendapatkan dua hal ; terbangunnya rasa syukur dan tergerak ya hati kita untuk berbagi kepada sesama.

    Mari kita LOOKDOWN sebelum terjadi keputusan LOCKDOWN.

    Bisa jadi corona ini adalah cara Alloh Mengingatkan kita betapa lemahnya kita Dihadapannya dan betapa pentingnya kita untuk saling berbagi kepada sesama. (*)

     

     

    Penulis : Zahrul Azhar As'ad (Gus Hans)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan