Senin, 22 Juli 2024
23 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaUpdate Covid-19 Jatim, Pasien Positif 256 Orang

    Update Covid-19 Jatim, Pasien Positif 256 Orang

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Penyebaran pandemi covid-19 di Jawa Timur terus meluas. Masyarakat yang terpapar juga semakin banyak. Hingga sore tadi tercatat pasien positif 256 orang dan yang masih dirawat ada 171 pasien.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, selain pasien positif, ada 1333 PDP dan 891 masih dalam pengawasan. Sebaliknya yang masuk kategori ODP sebanak 13342 orang dan sekitar 8137 masih terus di pantau, ungapnya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (10/4/2020). 

    Pasien yang berhasil di sembuhkan ada 63 atau 24,61 persen. Ini adalah tertinggi se Indonesia pasien yang berhasil disembuhkan. Hari ini ada tambahan pasien sembuh yakni Surabaya 5 orang dan kabuaten Madiun 1 orang.

    Baca juga :  Sidak Komisi A DPRD Surabaya Sasar Depo Peti Kemas

    Meski gubernur mengaku bangga dengan tugas tugas yang dilakukan oleh tim kuratif yang di ketuai dr. Jony Wahyuhadi. Namun Gubernur Khofifah hari ini juga ikut berduka karena ada yang meninggal. Surabaya ketambahan 2 orang, Sidorjo 1, Lumajang 1 dan Kabupaten Bojonegoro 1 orang.

    Dari datanya banyak yang meninggal. Tapi sesugguhnya ada beberapa yang meninggal dua hari lalu. Sebab Posko percepatan penanggulangan covid-19 harus menunggu konfirmasi dari Pusat, baru Jawa Timur mengumumkan “Mekanismenya memang harus seperti itu,” tegas Khofifah.

    Perkembangan terakhir hari ini ada 6 pasien covid-19 yang sembuh 5 orang. Rinciannya Surabaya dan 1 orang dari Kabupaten Madiun.  Jumlah totalnya ada 63 pasien yang sembuh atau setara dengan 24, 61%. Angka kesembuhan itu tertinggi se Indonesia.

    Baca juga :  Baktiono: Tanah Fasum Itu Milik Pemkot Surabaya

    Gubernur juga tak henti hentinya menyampaikan bahwa masyarakat hendaknya tetap mengikuti petunjuk dari pemerintah.

    “Jangan keluar rumah kalau tidak ada kepentingan mendesak yang berkaitan dengan logistik atau kesehatan. Kalaupun harus keluar tetap menggunakan masker,” tandas Khofifah. (min)

    Penulis : Sujono

    Editor : Amin Istighfarin

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan