Hasilnya, pada 2018 ada 13 Satuan Kerja (satker) di Kejaksaan mendapat predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Menteri PAN dan RB.
Lalu pada 2019, dengan tidak kenal lelah, Pak Armin terus mendorong perubahan di seluruh satker se Indonesia. Hasilnya luar biasa. Meroket. Ada 50 satker meraih WBK.
Bahkan yang membanggakan, di 2019 ada 13 Satker di Kejaksaan meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Predikat tertinggi dalam Reformasi Birokrasi.
Di bidang Teknologi Informasi pun demikian. Pak Armin juga sangat concern. Begitu saya dilantik sebagai Kepala Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi (Daskrimti) pada 28 Desember 2019, langsung diajak “berlari”.
Saya masih ingat, baru seminggu setelah dilantik, saya dipanggil ke ruangan Wakil Jaksa Agung. Saat itu kebetulan ketemu di depan ruangan. Tiba-tiba Pak Armin “ngetes” saya dulu.
“Pak Kapus, apa artinya Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’in?”
Jujur, saat itu saya tidak menjawab tepat. “Kalau Ihdinash shiraathaal mustaqiim saya tahu Bapak. Artinya Tunjukkanlah kami jalan yang lurus,”jawab saya sambil senyum. Tahu kalau saya: ngeles.
Pak Armin pun tertawa dengan jawaban saya. “Saya sudah tes ratusan orang sebelum masuk ruang saya tentang arti Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’in. Hanya 30% yang bisa jawab tepat. Ya sudah, ini saya kasih hadiah,” kata Pak Armin.
Saya terima hadiah itu. Ternyata berupa buku berisi Jus Amma. “Saya sudah cetak banyak. Ribuan. Baca ya,”kata Pak Armin baru menyilahkan saya masuk ruangan.
Ternyata hari itu saya diajak “rembugan” nyusun jadwal kunjungan ke enam Kejati. Untuk program mendorong Reformasi birokrasi dan peningkatan IT untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“Pak Kapus ikut saya ya ke Kejati DKI Jakarta, Bali, Kaltim, Kalsel, Kalbar dan Jabar. Ayo sekalian cek IT dan alat Vicon serta data entri CMS,”kata Pak Armin.
Memang Pak Armin-lah yang mendorong dan membuat program Vicon setiap hari Kamis bisa interaktif ke seluruh Kejati, Kejari bahkan sampai pelosok Cabang Kejaksaan Negeri.
Berkat kesiapan program Vicon sampai ke seluruh satker itulah yang sekarang “menolong” Kejaksaan ditengah wabah Virus Corona. Karena sidang perkara pidana hanya bisa dilakukan dengan teleconference.
Prestasi Jaksa berhasil menyidangkan perkara hingga 10.517 perkara dengan teleconference pada hari Jumat (3/4/2020) sempat saya laporkan ke Pak Armin lewat WA. “Ini rekor dunia Bapak,”lapor saya.
Ditengah kesibukannya Pak Armin menjawab, “Agar data sidang itu direkap dan dibuat file untuk laporan Komite IT,” jawab beliau juga melalui WA.
Itulah komunikasi terakhir saya dengan salah satu Jaksa teladan, panutan di korps Adhyaksa itu.
Belum sempat saya membuat laporan, Bapak Wakil Jaksa Agung, sekaligus ketua komite IT dan ketua pengarah Reformasi Birokrasi di Kejaksaan itu kini telah pergi. Selama-lamanya.
Selamat jalan Bapak. Bapak orang baik. Keluarga, sahabat, dan seluruh insan Adhyaksa serta bangsa ini terpaku kelu mendengar Bapak mendadak dipanggil Allah SWT.
Semuanya sembab, basah oleh linangan air mata. Saya yakin Bapak husnul khotimah. Aamiin. (*)
Didik Farkhan, jaksa penah menjabat Aspidsus Kajati Jatim dan Wakajati Bali, kini bertugas di Kejagung Jakarta.





