SELAMAT JALAN, PAK ARMIN…..

SELAMAT JALAN, PAK ARMIN…..
ILUSTRASI : Kantor Kejaksaan Agung RI

Oleh : Didik Farkhan, SH

Siang itu, Sabtu, 4 April 2020 pukul 15.30 WIB datang kabar yang menyesakkan: “Pak Arminsyah, Wakil Jaksa Agung meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di tol Jagorawi KM 13 Cibubur, Jakarta”.

Tak terasa air mata saya langsung menetes. Sedih. Seketika saya teringat suasana pertemuan-pertemuan terakhir saya dengan Pak Arminsyah.

Dalam memori saya, salah satu putera terbaik korps Adhyaksa itu sepertinya terus tersenyum. Ya, Pak Armin, biasa saya panggil, kesehariannya memang selalu tersenyum. Rendah hati, bijak dan dekat dengan bawahan.

Satu lagi, Pak Armin itu sangat bersahaja. Tidak protokoler. Pernah suatu hari, saya ingat hari Rabu (18/3/2020) tiba-tiba Pak Armin “sidak” ke ruangan saya di Daskrimti, di Gedung parkir lantai 8.

Saya tidak ada di ruangan kala itu. Karena sedang “siaran langsung” di ruang vicon dengan jajaran Kejati Maluku Utara.

Pak Armin pun menyusul menuju ruang Vicon. Langsung duduk dekat saya. Langsung menyapa seluruh pegawai se- Maluku Utara yang ikut Vicon. Lalu angkat tangan da..da da.. dan beri jempol.

Tidak berapa lama Pak Armin pamit. “Teruskan acara ini. Bagus. Aku dukung untuk kesempurnaan data penanganan perkara di CMS. Aku tunggu di ruanganmu ya”.

Masya Allah. Begitu sederhananya beliau. Sebagai orang nomor dua di kejaksaan mau menunggu saya, anak buahnya yang lagi “on air”.

Ya, saya saat itu harus melanjutkan acara melayani tanya jawab seputar permasalahan aplikasi Case management System (CMS).

Tiap Senin dan Rabu, saya memang membuat program “Halo CMS”. Saya sendiri sebagai host-nya. Mirip-mirip program Televisi-lah.

Ternyata hari itu Pak Armin ke Daskrimti ingin melihat langsung pengembangan aplikasi database kepegawaian versi terbaru. Yang lagi dikerjakan di Daskrimti.

“Saya ingin sebelum pensiun, database Kepegawaian ini sudah jadi versi terbaru. Yang lebih lengkap datanya dan terintegrasi dengan semua bidang. Biar jadi tinggalan saya,”kata Pak Armin kepada saya penuh semangat.

Ketika saya balik ke ruangan kerja ternyata sudah ada Sesjam Pidsus Pak Raja, Direktur Penyidikan Pak Febri, Wakajati DKI Sarjono Turin dan Koordinator Pidsus Hermanto. Alhamdulillah selama menunggu Pak Armin ada yang menemani ngobrol.

Tanpa setahu saya, Pak Armin siang itu juga sudah pesan makan siang. “Pak Kapus kita makan siang disini. Tuan rumah tidak usah repot, tadi saya sudah pesan makan”.

Mak jleb. Sekali lagi, saya dibuat tercengang. Tidak bisa berkata-kata. Ya Allah, betapa bijaknya Pak Armin. “Tidak mau merepotkan,” prinsipnya.

Nasi Padang kotakan pun datang dan ada tambahan menu kepala Ikan. Makan siang bareng pun berlangsung gayeng dan penuh tawa.

Selesai makan siang, Pak Armin minta sholat Dhuhur di kamar saya. Akhirnya semua sholat di kamar saya juga. Praktis hari itu, hampir tiga jam Pak Armin berada di ruangan saya.

Luar biasa. Demi melihat perkembangan aplikasi Database Kepegawaian Pak Armin “rela” ke Daskrimti sendiri. Bukan memanggil saya ke ruangan. Sudah begitu…… harus menunggu saya lagi.

Tampak bila Pak Armin memang sangat semangat bila menyangkut Reformasi Birokrasi dan pengembangan Teknologi Informasi (TI) di Kejaksaan.

Untuk Reformasi Birokrasi, begitu dilantik sebagai Wakil Jaksa Agung akhir tahun 2017, Pak Armin langsung tancap gas. Sejak awal 2018 langsung turun ke daerah memberi semangat perubahan.