Opini  

WELCOME TO INDONESIA, CORONA

WELCOME TO INDONESIA, CORONA
Dr. Dhimam Abror Djuraid, Msi. (foto/dok)

Mentalitas _selfish_ mementingkan diri sendiri sekarang banyak berjangkit, tidak sadar bahwa tidak ada yang bisa selamat tanpa bekerja sama. Lembaga internasional PBB harus menjadi organisasi yang kuat dan efektif sehingga bisa memaksa negara-negara anggotanya untuk bekerja sama mengatasi problem dunia mulai dari kemiskinan, kesenjangan sosial, perang, kerusakan lingkungan, dan penyakit seperti Corona sekarang ini.
Alih-alih membuat PBB kuat dan efektif, Amerika malah secara sengaja melemahkan PBB dan menyetirnya untuk kepentingan sendiri.

Amerika dan Inggris adalah dinosaurus yang terancam punah, bukan karena lemah tapi karena gagal beradaptasi dengan lingkungan baru. Mereka merasa digdaya dan punya hak mengatur dunia karena mereka pemenang perang dunia 70 tahun yang lalu. Dunia sudah jauh berubah tapi mentalitas dan tatanan dunia masih tak berubah.

Virus kecil ini menjadikan dunia tunggang-langgang karena terbukti mereka lemah. Tak ada lagi gunanya menutup diri dan mengisolasi lantas berharap pagebluk bisa dihindari. Xin Jipin Cina yang menepuk dada karena kekuatan ekonominya tanpa tanding sekarang bertekuk lutut oleh virus kecil itu. Korea–yang sekali lagi menjadi lambang keajaiban dunia dan menjadi peradaban baru yang unggul–juga pontang-panting terserang si virus kecil. Amerika yang terpisah oleh Samudera Atlantik pun sudah diserbu oleh Corona.

Tidak ada yang merasa kebal dan selamat sendiri. Iran yang tak ada kesamaan geografis dengan Cina pun panik, Arab Saudi pun harus menutup dirinya dan melarang orang melaksanakan Umrah. Beberapa bulan ke depan Saudi akan diuji dengan datangnya musim haji dimana empat juta manusia dari semua penjuru dunia akan melaksanakan ritual haji.

Ustad Abdul Somad menyebut virus ini sebagai tentara tuhan, jundullah, yang analoginya mirip dengan pasukan Ababil yang menjatuhkan misil batu neraka yang menghancurkan tentara Abrohah yang hendak menghancurkan Makkah.

Tentu saja sekarang Ustad Somad harus menjelaskan kepada umat mengapa penguasa Arab Saudi menutup negaranya justru ketika Tentara Allah datang menggelombang. Harus dijelaskan juga virus ini Ababil atau malah Abrohah yang hendak mengha

ncurkan Makkah.

Perspektif Islam sudah sangat jelas dalam melihat persoalan bencana. Siapapun akan terkena akibatnya tanpa pandang bulu (QS 8:25), bencana tidak hanya akan menyerang orang kafir atau orang zalim saja, semua orang berpotensi menjadi korbannya. Karena itu sikap isolasionis-eksklusif merasa aman dari bencana tidak sesuai dengan perspektif Islam.

Corona adalah pagebluk global, siapa saja berpotensi terserang dampaknya, baik dampak langsung maupun dampak ekonominya. Resesi global adalah dampak potensial dari pagebluk ini, semua negara akan merasakan akibatnya termasuk Saudi yang menutup diri dari Umrah dan mungkin Haji.

Tidak ada yang bisa selamat sendirian dari pagebluk global ini. Seperti bunyi iklan rokok “Masalah Loe, Masalah Gue Juga”

(Penulis: CEO PS Hizbul Wathan anggota Liga 2 PSSI)