Sisi lain, Sw ketika ditanya terkait keberadaannya di RTH kedayunan membenarkan adanya toilet yang tidak bisa dibuka alias tidak berfungsi. Saya perjalanan dari Rogojampi hendak pulang ke Banyuwangi namun karena hujan saya berteduh di RTH kedayunan, namun ketika saya mau buang air kecil ke toilet ternyata tidak bisa dibuka pintunya dan saya harus buang air kecil di sebelah luar area toilet itu,” jawabnya pada wartatransparansi.com
Kepala Bidang (KABID) tata ruang dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina marga, cipta karya, tata ruang dan perumahan Bayu Hadiyanto.S.T., M.Si., saat di konfirmasi terkait polemik toilet RTH di Singojuruh dan Kedayunan yang tidak di fungsikan dia mengatakan kalau RTH di Singojuruh yang mengelola langsung dari Desa, memang kami yang membangun tetapi per januari 2017 lalu sudah kami limpahkan pengelolaannya ke Desa.
Waktu itu ada saran dari BPK kalau Pemda yang membangun tetapi bukan aset Pemda segera cepat diserahterimakan,” Ujar Bayu. Jumat (21/2) sore.
Bayu juga menambahkan kalau RTH kedayunan pengelolaannya masih kita.
Saat di tanya terkait toilet yang tidak di fungsikan di RTH Kedayunan, Bayu menjawab karena pembangunan disitu belum selesai. Dan toilet kami buka pas ada acara saja,” pungkasnya. (Yin)





