JAKARTA – Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin memperkenalkan satu persatu nama-nama yang akan membantunya dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju, di teras depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019) pagi.
Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta agar semua menteri dalam kabinetnya harus serius bekerja. Bahkan, mewanti-wanti untuk hati-hati karena dirinya bisa mencopot menteri di tengah jalan.
Presiden Jokowi mengaku telah memerintahkan kepada seluruh kabinetnya, untuk yang pertama, jangan korupsi, dan menciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi.
Yang kedua, tidak ada visi misi menteri, yang ada pada visi misi presiden dan wakil presiden.
Yang ketiga, kita semuanya harus kerja cepat, kerja keras, dan kerja yang produktif.
Yang keempat, jangan terjebak pada rutinitas yang monoton.
Yang kelima, kerja yang berorientasi pada hasil nyata. Kemarin di dalam pelantikan sudah saya sampaikan, tugas kita tidak hanya menjamin sent, tetapi delivered.
Yang keenam, selalu mengecek masalah di lapangan, cek masalah di lapangan dan temukan solusinya.
“Yang terakhir semuanya harus serius dalam bekerja. Saya pastikan yang enggak serius, yang enggak sungguh-sungguh, saya sudah berikan kemarin semuanya, hati-hati bisa saya copot di tengah jalan,” tegas Jokowi mengingatkan.
Sebelumnya, Jokowi menjelaskan, Kabinet Indonesia Maju dalam jangka pendek, lima tahun ke depan, akan fokus kepada pengembangan sumber daya manusia (SDM), pada penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan usaha kecil, usaha mikro, usaha menengah (UMKM).
“Langsung saja saya ingin memperkenalkan, yang pertama Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD sebagai Menko Polhukam. Beliau akan menjadi Menko Polhukam sehingga hal-hal yang berkaitan dengan korupsi, kepastian hukum, deradikalisasi, anti-terorisme berada di wilayah Prof. Mahfud MD,” kata Presiden.
Yang kedua, Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian. Presiden megingatkan, pemerintah ingin ada terobosan-terobosan dan mensinergikan antarkementerian sehingga ada peluang kerja yang semakin meningkat.
Kita juga bisa menurunkan defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan, dan mengembangkan industrialisasi yang berorientasi pada ekspor, dan substitusi impor.
Yang ketiga, Prof. Muhadjir Effendy sebagai Menko PMK yang akan mengawal akselerasi pengentasan kemiskinan, toleransi solidaritas nasional, dan revolusi mental.
Yang keempat, Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi. “Saya kira terobosan-terobosan dalam rangka Indonesia sebagai poros maritim dunia, menangani hambatan investasi, dan merealisasikan komitmen-komitmen investasi besar berada di tangan beliau,” ujarnya.
Kemudian Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Presiden mengaku tidak perlu menyampaikan, karena Prabowo lebih tahu dari dirinya.
Selanjutnya, Pratikno, Menteri Sekretaris Negara. “Ini menjamin lalu lintas kebijakan antara Presiden dan Kabinet, antara Presiden dengan lembaga-lembaga lain agar berjalan dengan baik,” terang Presiden.
Kemudian Muhammad Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri.
Presiden mengatakan, nantinya reformasi dan sinergi pemerintah daerah mengenai data kependudukan e-KTP berada di bawah kewenangan Mendagri, termasuk kepastian hukum di daerah terutama yang berkaitan dengan investasi.
Selanjutnya Retno Lestari Priansari Marsudi, Menteri Luar Negeri. Kesembilan, Jenderal Fachrul Razi sebagai Menteri Agama. “Ini urusan yang berkaitan dengan radikalisme, ekonomi umat, industri halal, dan terutama haji berada di bawah beliau,” ucap Jokowi.
Kemudian Yasonna Hamonangan Laoly, Menteri Hukum dan HAM. Presiden berharap nanti mengawal Omnibus Law untuk Undang-undang Cipta Lapangan Kerja dan juga Undang-undang Pemberdayaan UMKM.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. “Urusan pajak yang ramah investasi, urusan rasio hutang terhadap PDB, urusan current account deficit saya kira berada di wilayah beliau,” jelasnya.
Kemudian yang ke-12, Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. “Kita akan membuat terobosan-terobosan yang signifikan dalam pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) yang menyiapkan SDM-SDM yang siap kerja, siap berusaha, yang me-link and match-kan antara pendidikan dan industri nanti berada di wilayah Mas Nadiem Makarim,” terangnya.
Yang ke-13, Jenderal dr. Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan.





