Teliti Sebelum Membeli Hewan Kurban

Teliti Sebelum Membeli Hewan Kurban

Berdasarkan data tahun 2018, di 31 kecamatan Surabaya terdapat 360 lokasi penjualan hewan kurban. Dengan jumlah sapi 2070 ekor, sedangkan kambing dan domba 5158 ekor. Hewan kurban yang dijual di Surabaya rata-rata berasal dari sejumlah kota di wilayah Jawa Timur, seperti Probolinggo, Tuban, Jember, Malang, Lamongan, dan Gresik.

Namun, saat sidak di lokasi kedua Jalan Raya Merr, pihaknya menemukan hewan kurban yang berasal dari luar jawa, yakni NTT (Nusa Tenggara Timur) dan NTB (Nusa Tenggara Barat). Masing-masing ditemukan ada empat ekor sapi dari NTT dan NTB. “Kalau yang berasal dari luar jawa, selain kita melakukan pemeriksaan kesehatan, kita juga melakukan pengawasan yang lebih intens lagi,” jelas dia.

Akan tetapi, pihaknya memastikan, bahwa hewan kurban yang dijual itu masih aman dan dinyatakan bebas dari penyakit berbahaya. Namun demikian, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih mengutamakan hewan kurban yang asalnya dari wilayah Jatim. “Kita juga imbau masyarakat untuk membeli hewan kurban yang telah kami beri label stiker (Telah Diperiksa Kesehatan),” imbaunya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi penjualan hewan kurban hingga menjelang Hari Raya Idul Adha pada Minggu (11/8/19). Sehari sedikitnya ada empat titik lokasi dengan 10 orang petugas yang diterjunkan dalam setiap pemeriksaan. “Selain melakukan pemeriksaan, kami juga menanyakan asal hewannya. Yang dari luar Jawa Timur itu akan kami lakukan pengawasan lebih intens,” paparnya.

Di tempat yang sama, salah satu pembeli hewan kurban, Sukri menyampaikan, dengan adanya pemeriksaan hewan ini, ia sebagai konsumen lebih yakin dan tidak ragu untuk membeli. Apalagi menurutnya, secara hukum agama juga mewajibkan memilih hewan kurban yang kondisinya sehat.

“Dengan adanya pemeriksaan ini, kami sebagai konsumen mau beli itu tidak ragu-ragu, bahwa hewan ini betul-betul sehat dan layak untuk buat kurban,” tutupnya. (wt)