GERAKAN masyarakat hidup sehat dengan menitikberatkan pada pembinaan terhadap standardisasi jaminan mutu bahan baku, proses produksi dan produk akhir, Unit Pelaksana Teknis Pengujian Mutu Produk Perikanan (UPT PMP2KP) Banyuwangi giat menyelenggarakan sosialisasi jaminan mutu keamanan pangan.
Sasarannya beragam selain UMKM juga diprioritaskan pada Pondok Pesantren.
Hal ini sejalan dengan program Gubernur Jawa Timur terkait one product setiap pondok pesantren. Demikian pula sosialisasi itu menggandeng sekolah khususnya SMK Perikanan.
Kepala UPT PMP2KP Banyuwangi Tanoto Herlambang SPi MMA menjelaskan, saat ini perlu dilakukan upaya untuk mengembalikan kepercayaan dan minat masyarakat terhadap ikan dalam berbagai kemasan seperti canning, surimi yang mulai banyak diminati konsumen. Hal itu dilakuka n untuk mengantisipasi minat masyarakat yang sempat menurun akibat pemberitaan mengenai cemaran parasit pada ikan makerel dalam kemasan kaleng.
Instansi yang selama lima tahun dipimpinnya itu mempunyai wilayah binaan yang cukup luas antara lain Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Jember serta Lumajang dan Banyuwangi. Keterbatasan personil dan anggaran tidak menyurutkan instansinya untuk secara maksimal melakukan giat sosialisasi maupun pendampingan. “Minat masyarakat cukup besar”. Jelasnya di sela sela kegiatan pameran di Blambangan, Banyuwangi.
UPT PMP2KP Banyuwangi kerap melakukan pengujian mutu terhadap produk perikanan dengan menerapkan SNI ISO/IEC 17025. Standar nasional ini dengan ruang lingkup produk Kelautan dan Perikanan yang terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan sistem layanan elektronik melalui website




