“Banyak dari mereka menunjukkan bakat yang luar biasa dalam melukis dan kami sering meminta mereka untuk melukis potret tamu kami yang datang dari negara lain, termasuk wali kota dan duta besar,” terangnya.
Wali Kota Risma percaya bahwa setiap anak adalah unik dan memiliki bakat serta keterampilan yang berbeda untuk berkembang. Untuk mendukung hal ini, Pemkot Surabaya menyiapkan berbagai pelatihan keterampilan, seperti olahraga, seni, dan musik di ruang publik seperti balai kota dan taman
kota. “Kami memiliki 479 lapangan olahraga yang disediakan secara gratis serta 63 sekolah sepak bola di seluruh kota,” kata dia.
Dalam paparannya, ia juga menjelaskan, bahwa Kota Surabaya telah menerapkan program pendidikan elektronik. Setiap siswa dapat melakukan ujian online, mendapatkan laporan online, dan memungkinkan orang tua untuk memantau kinerja anak-anak mereka di sekolah setiap hari menggunakan platform online tersebut.
“Selain berfokus pada kurikulum sekolah, kami juga menyelenggarakan kompetisi reguler tentang robotika dan penelitian, serta pekan seni pertunjukan siswa untuk menampilkan bakat mereka dalam tarian tradisional, membaca puisi, bermain musik, drama, dan sebagainya,” jelasnya.
Pihaknya juga secara aktif mengundang partisipasi siswa untuk ikut serta dalam pelestarian lingkungan, dengan melakukan program pertanian perkotaan di sekolah-sekolah, serta melaksanakan proyek sekolah lingkungan.
Saat ini, ratusan sekolah dinilai ramah lingkungan, karena para siswa dapat menerapkan pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang sampah, penanaman pohon, serta penghematan energi. “Selama tiga kali dalam setahun, sebanyak enam hingga sepuluh ribu siswa berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan bersama di pantai,” tambahnya.
Dari hasil kegiatan itu, Wali Kota Risma menuturkan, banyak siswa menunjukkan bakat luar biasa dalam membuat kostum dari bahan daur ulang. Mereka memiliki kesempatan untuk memamerkan karya seni mereka di sebuah festival. “Dan setiap tahun kami menyelenggarakan kompetisi guru dan mengirim mereka untuk mendapatkan pelatihan di luar negeri,” jelasnya.
Risma menyebutkan, bahwa pendidikan yang baik harus didukung dengan kondisi kesehatan yang baik. Oleh karena itu, pihaknya juga mendirikan pos kesehatan di tingkat lingkungan untuk balita dan remaja untuk memantau pertumbuhan mereka secara teratur. Bahkan, Pemkot Surabaya meluncurkan program Pendidikan Kampung atau lingkungan. Dalam program ini, semua lingkungan di kota harus menunjukkan dukungan kepada anak-anak usia sekolah untuk belajar dan membantu mengurangi potensi kenakalan remaja serta mempromosikan melek huruf.
Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini yakin bahwa pendidikan tidak hanya akan fokus pada area sekolah, tetapi yang paling penting bagaimana menyediakan lingkungan yang sehat dan memungkinkan bagi siswa. Agar mereka bisa terus belajar di luar sekolah dan menjadikan mereka pembelajar seumur hidup.
“Sebagai hasil dari semua inisiatif ini, kami dapat menikmati Indeks Pembangunan Manusia tertinggi di Indonesia, meningkatnya jumlah prestasi siswa di tingkat nasional dan internasional, dan Surabaya dianugerahi UNESCO Learning City Awards pada tahun 2017,” katanya.
Forum ini merupakan yang terbesar dalam sejarah, karena lebih dari 20 ribu orang dari Rusia, dan puluhan negara di dunia ambil bagian di dalamnya. (wt)





