Kediri  

Bupati Kediri Ajak Panjatkan Rasa Syukur Maknai Hari Jadi Ke-1215

Bupati Kediri Ajak Panjatkan Rasa Syukur Maknai Hari Jadi Ke-1215
Prosesi pelaksanaan Upacara saat berlangsung di belakang halaman belakang kantor Pemkab Kediri.

Bupati Kediri juga mengajak, agar momentum ini sebagai penyemangat seluruh masyarakat Kabupaten Kediri untuk melanjutkan estafet perjuangan para pemimpin terdahulu yang telah mengabdikan diri membangun Kabupaten Kediri, agar karya bakti yang sudah ditorehkan semua bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita mempunyai banyak potensi dan sumber daya alam yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, karena itu mari kita manfaatkan dengan optimal dan kita kelola dengan bijaksana, agar dapat berkontribusi terhadap terwujudnya KabupatenKediri yang lebih maju, sejahtera dan berkeadilan,” serunya.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada para anggota Forkopimda, Pimpinan dan anggota DPRD, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri serta segenap masyarakat Kabupaten Kediri yang telah memberi dukungan, bekerjasama dan berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan yang telah dan akan terus kita laksanakan bersama,” tutupnya

Sekedar diketahui, dalam upacara ini juga dibacakan Prasasti Harinjing. Prasasti Harinjing berisi tentang penganugrahan daerah perdikan (sima) oleh Raja Mataram Kuno, Rakai Layang Dyah Tulodhong kepada Bhagawanta Bhari atas jasanya membangun tanggul di Sungai Harinjing untuk mencegah banjir serta meningkatkan hasil pertanian.

Dan, sebagai bentuk penghormatan serta mengenang tokoh Bhagawanta Bhari atas jasanya memperoleh tanah perdikan dan memakmurkan masyarakat Kediri, berdasarkan Prasasti Harinjing ini makatangal 25 Maret ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Kediri. Sementara itu Prasasti Harinjing sekarang disimpan di Museum Nasional.

Setelah upacara usai, semua jajaran Forkopimda dan tamu undangan lainnya menyaksikan prosesi tari massal oleh anak-anak SD se-Kabupaten Kediri sebanyak 1215 yang menampilkan cerita “Harinjing”. Ada pula 5 jenis tarian lainnya yang ditampilkan yaitu Bagawanta Bhari, Hastungkara, Topeng Panji Gagahan Alus, Panji Laras dan Sarinjingku. (adv/kominfo/bud)