“Seperti pada pelarangan penggunaan cantrang maupun larangan penangkapan dan pengeluaran lobster, kepiting dan rajungan dari wilayah Indonesia. Kedua kebijakan tersebut punya maksud yang baik, hanya saja memang implementasinya di lapangan menyebabkan polemik yang berkepanjangan. HNSI jangan terjebak pada pro dan kontra, melainkan harus bisa memberikan masukan dan kritik yang solutif,” tegas Bamsoet.
Ketua Umum HNSI Mayjen TNI Marinir (Purn) Yusuf Solihin menjelaskan, HNSI selalu siap bekerjasama dengan pemerintah dan DPR RI. Dalam pelarangan cantrang, misalnya, berkat perjuangan HNSI akhirnya KKP mencabut larangan tersebut. Dengan demikian, nelayan bisa kembali melaut dan menafkahi keluarganya. HNSI juga mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan alat tangkap pengganti cantrang yang lebih ramah lingkungan, sehingga kelak jika cantrang dilarang, nelayan sudah siap.
“Kami juga memahami tujuan baik Pemerintah menjaga agar lobster, kepiting, dan rajungan tidak punah. Karena itu, sebaiknya yang diatur adalah ketentuan beratnya dan jantan atau betinanya, mana yang boleh ditangkap dan tidak boleh. Jangan malah justru dilarang tangkap sama sekali. Karena, jika tidak diambil oleh nelayan nasional, hal tersebut memberikan kesempatan kepada jaringan mafia menyelundupkannya ke luar negeri. Akhirnya nelayan kita jugalah yang rugi,” jelas Yusuf.
Terlepas dari berbagai pro dan kontra kebijakan yang diambil pemerintah, Bamsoet mengajak masyarakat, khususnya nelayan, agar tetap selalu menjaga kelestarian ekosistem laut. Karena, kawasan pesisir dan lautan yang dinamis tidak hanya memiliki potensi sumberdaya. Tetapi juga memiliki potensi bagi pengembangan berbagai aktivitas pembangunan yang bersifat ekstrasi. Seperti pariwisata bahari, industri maritim, jasa angkutan dan sebagainya.
“Jika sejak dahulu orientasi pembangunan Indonesia lebih mengarah ke darat, kini sudah mulai mengarah ke laut. Pekerjaan rumah memang masih banyak. Karena itu butuh dukungan semua pihak, terutama dari HNSI, agar berbagai sumber daya laut dan perikanan bisa menjadi andalan yang mampu menyejahterakan bangsa Indonesia,” pungkas politisi Partai Golkar itu. (rom)





