KEDIRI – Memprihatinkan, inilah kondisi tumpukan sampah yang masih terjadi di dekat areal pemukiman warga,wilayah Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota Kediri. Padahal, 21 Februari bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HSPN), yang belum dibarengi penanganan sampah yang maksimal.
Pantauan dilapangan, tumpukan sampah di wilayah Kelurahan Rejomulyo, lokasinya tidak jauh dari lapangan Kelurahan setempat. Dan, tempatnya dipinggir jalan raya, hingga kerap dilalui pengguna jalan dan mayoritas pelajar yang mengenyam pendidikan diwilayah Kelurahan Rejomulyo.
” Setahu saya sudah lama tumpukan sampah yang terjadi didekat pemukiman warga areal lapangan Rejomulyo. Apalagi, musim penghujan saat ini yang secara otomatis baunya menyengat apabila melintas. Terlebih lagi, tumpukan sampah selalu bertambah tiap harinya ” kata Astutik, salah satu pengguna jalan, Kamis (21/2/2019).
Menurutnya, dia mengetahui secara pasti tumpukan sampah tersebut, lantaran kerap mengantar anaknya sekolah. Tapi, dari kondisi itu, seolah belum ada respon dari pihak terkait akan penanganan tumpukan sampah tersebut.
” Setahu saya, belum ada tulisan larangan membuang sampah apalagi menutup lokasinya. Harapanya, segera ada respon dari pihak terkait jangan terkesan diabaikan ” tutupnya.
Menyikapi hal itu, Rony Yusianto, Kabid Kebersihan dan Pengelolahan Sampah, DLHKP Kota Kediri, mengaku, pihaknya sudah membangun Tempat Pembuangan Sementara ( TPS) di 5 titik Kelurahan, yang salah satunya wilayah Kelurahan Rejomulyo.
” Kalau masih membuang sampah tidak pada tempatnya, ini memang budaya masyarakat yang sulit diubah. Padahal, kami sudah membangun TPS yang harapanya mengubah paradigma ini ” kata Rony Yusianto.
Ketika ditanya langkah konkrit tumpukan sampah yang masih terjadi didekat pemukiman warga, Rony menjabarkan, akan berupaya memberikan tulisan larangan membuang sampah. Tapi, secara detailnya kapan, dirinya belum bisa memastikan.
” Nanti akan kita berikan larangan tulisan ‘Dilarang Membuang Sampah’, khususnya dilokasi dekat areal pemukiman warga Kelurahan Rejomulyo, yang sampai saat ini masih dijadikan tempat pembuangan sampah liar” pungkasnya. (bud)





