Dijelaskan, ada sejumlah factor penyebab penularan HIV/AIDS di masyarakat. Di antaranya berganti-ganti pasangan, tidak menggunakan alat kontrasepsi dan penggunaan narkoba menggunakan jarum suntik.
“Faktor penyebab penularan paling banyak karena hubungan seks bebas. Karena itu, kami imbau warga Ngawi untuk tidak melakukan hubungan seks bebas, setia kepada pasangan, dan menggunakan kondom. Selain itu, faktor lainnya adalah menggunakan narkoba karena penggunaan jarum suntik narkoba secara bergantian,” ujarnya.
Fakta menarik dari penyebaran HIV/AIDS di Ngawi adalah, ibu rumah tangga menjadi penyumbang tertinggi kedua jumlah penderita HIV/AIDS, yakni mencapai 150 orang. Sebagai langkah pengobatan para pengidap ODHA telah diberikan obat ARV.
Penyebaran informasi tentang pencegahan dan bahaya HIV/AIDS juga intensif digaungkan secara terus-menerus. Sehingga perilaku masyarakat dapat berubah dan akhirnya kasusnya dapat ditekan,” katanya. (wt)





