Berlatih basket, tambahnya, jangan hanya ketika ada kompetisi. Dengan begitu, kelak di masa depan bisa menjadi pemain profesional. “Giatlah berlatih dan bersungguh-sungguh, Itu bisa digunakan saat SMA, perguruan tinggi, dan menjadi pemain profesional. Apalagi banyak pemain profesional berasal dari perguruan tinggi,” tuturnya.
Ia juga berpesan tidak ada alasan nilai sekolah jatuh hanya karena sering berlatih basket. Yang terpenting adanya kemauan dan pintar mengatur jadwal.
Ia meminta anak-anak untuk berprestasi bukan hanya bidang akademik, bisa juga bidang basket, sepakbola, maupun bidang-bidang lainnya. Tinggal berlatih dengan sungguh-sungguh, belajar dengan sungguh-sungguh, supaya berhasil di dua bidang sekaligus. “Tidak ada yang tidak mungkin. Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah diberikan,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Risma berpesan agar anak-anak jangan nakal. Tidak boleh terpengaruh dengan perbuatan negatif di luar. Anak-anak Surabaya harus berani menolak. Sebab, sekali terjerumus, akan rugi selamanya. “Ibu sayang kalian. Kalian tidak boleh nakal,” pesannya.
Sebelum menutup kompetisi, Wali Kota Risma menyerahkan hadiah kepada pemenang kompetisi kategori tim putri. Untuk tim putri, juara I diraih SMP Katolik Angelus Custos 1, juara II diraih SMP Petra 1, dan juara III direbut SMPN 22 Surabaya.
Katagori putra, juara I disabet SMP NSA, juara II SMPN 1 Surabaya dan juara III SMPN 17 Surabaya. (wt)