Dr. Mohammad Thohir mewakili alumni dalam sambutan mengatakan, bahwa ke depan Yayasan Pendidikan Madrasah Alsun, akan dikembangkan dengan model pendidikan modern, dengan menggunakan basis digital.
“Masih sedang dipikirkan untuk mengembangkan menjadi halaqoh dalam bentuk jarak jauh, atau model pengajian jarak jauh yang ke depannya, juga sama-sama mendapat sertifikasi, sehingga model pengajian lama tetap berjalan, dan model mengembangkan dengan teknologi sedang disusun modelnya,” katanya.
Naser yang juga putra mDung menjelaskan, bahwa setelah generasi kedua mendirikan Yayasan Pendidikan Madraah Alsun, diharapkan generasi berikutnya akan mengembangkan jauh lebih baik, sekaligus mampu memotivasi melahirkan santri yang ilmunya manfaat dan sanggup berjuang untuk dunia pendidikan Islam yang lebih baik.
KH Abdul Haq dari Pondok Pesantren Baitul Makmur Jember, sebagai penceramah mengatakan, bahwa salah satu hal yang luar biasa dihadapkan Allah SWT ialah ilmu itu terus mengalir dan bermanfaat tergantung daripada makomnya.
Alhamdulillah, kata Abdul Haq, Musholla sampai Madrasah Alsun melahirkan santri yang makom ilmunya terjaga dan bermanfaat. Hal itu sama dengan pengasuhnya mempunyai makom keilmuan yang baik di hadapan Allah SWT.
Dimana, lanjut dia, sebaik-baik amal terletak pada keadaan seseorang, sebaik baik keadaan seseorang atau batinnya terletak pada tingginya ilmu pengetahuan. Dan sesuai sambutan alumni tadi bahwa ilmunya terus mengalir dan bermanfaat, menandakan bahwa mDung dan penerusnya, ilmu sesuai dengan makomnya, terus bermanfaat. (JT)





