Kemenperin Bakal Promosikan Fesyen Indonesia di Prancis

Kemenperin Bakal Promosikan Fesyen Indonesia di Prancis
Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih.

Dalam rangkaian kegiatan ini, rombongan desainer Indonesia akan melakukan kunjungan ke pabrik lace yang ternama di Paris, “Cite de la Dentelle et de la Mode”.

Di samping itu, Gati mengemukakan Kementerian Perindustrian terus mendorong generasi muda untuk menjadi pelaku industri kreatif khususnya dalam bidang kriya dan fesyen.

Upaya ini dilakukan untuk menumbuhkan sektor industri kreatif di dalam negeri agar terus memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Industri kreatif di Indonesia mencatatkan kontribusi yang terus meningkat terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2015, sektor ini menyumbang sebesar Rp 852 triliun, sedangkan pada 2016 mencapai Rp 923 triliun, dan bertambah menjadi Rp 990 triliun di 2017. Tahun 2018 diproyeksi tembus hingga Rp 1.000 triliun.

“Industri kreatif adalah tulang punggung bagi perekonomian Indonesia. Saat ini, pelaku industri kreatif masih didominasi oleh rentang usia di antara 30-59 tahun,” ungkapnya dan menambahkan, untuk itu, perlu peningkatan pengusaha muda kreatif di tengah era ekonomi digital.

Guna mencapai sasaran tersebut, Kemenperin telah melaksanakan kegiatan
Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA) sebagai bagian dari program
Bali Creative Industry Center (BCIC).

IFCA diselenggarakan untuk menyaring desainer muda dalam bidang kriya dan fesyen yang akan menjadi motor penggerak industri kreatif nasional, dengan sasaran program ini adalah mereka yang berusia di bawah 30 tahun.

Pendaftaran telah dilakukan pada tanggal 27 September-5 November 2018 dengan jumlah peminat sebanyak 182 peserta yang berasal dari Universitas Udayana, ISI Denpasar, ITB, Telkom University, Universitas Binus, ISI Yogyakarta dan beberapa perguruan tinggi lain.(*/med)