Kamis, 18 April 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBanyuwangiTahun 2018, Dinas PU Prioritaskan Jalan Poros Antar Kecamnatan

    Tahun 2018, Dinas PU Prioritaskan Jalan Poros Antar Kecamnatan

    BANYUWANGI – Jalan poros yang mengubungkan antara kecamatan satu dengan kecamatan lainya tampaknya menjadi prioritas. Karena, jalan poros itu akan dilewati volume kendaraan yang cukup besar dan ramai. Dan salah satunya ada yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan pendidikan, kesehatan dan pusat perdagangan dan itulah yang harus diutamakan.

    Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (Dinas PUBMCKTR) Kabupaten Banyuwangi, Ir H Mujiono, MSi kepada wartawan di gedung DPRD Banyuwangi, kemarin.

    “Dengan keterbatasan anggaran, tentunya harus ada program yang fokus kepada yang dipegang oleh masyarakat. Apalagi, tahun 2018 ini Dinas PUBMCKTR anggaranya kurang lebih Rp 225 miliar. Kalau dibandingkan tahun 2017, tahun 2018 ini lebih kecil. Makanya kegiatan program betul-betul ada prioritas,” tandas Mujiono.

    Baca juga :  Surat Terbuka Untuk Bupati Ipuk : Penjual Omon – Omon Mulai Menjamur Ditengah Pilkada

    Khusus untuk jembatan, kata Mujiono, memang difokuskan kepada membuka aksebilitas (membuka daerah yang terisolir). Artinya disitu ada beberapa kecamatan yang dihubungkan dengan beberapa kecamatan. Tapi belum bisa di lalui oleh roda 4, sehingga disini dinas PU harus buatkan jembatan baru.

    “Kami menghubungkan antar kecamatan Glenmore dan Kalibaru, terutama disisi utara yang dekat rel. Antara 2 kecmatana itu ada jembatan, tapi kecil, sehingga dari segi kenyamanan roda 4 kurang bagus. Tapi sudah ada embrionya,” ungkapnya.

    Selain itu, paparnya, PU juga fokuskan kepada jembatan yang kena bencana banjir kemarin di Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi. Ada lagi di Kecamatan Pesanggaran, dusun Pancer itu juga difokuskan. Untuk kegiatan pendukungnya sangat-sangat kurang sekali, karena sifatnya pendukung dan ini yang harusnya dikurangi.

    Baca juga :  Diaspora Banyuwangi Siap Pasarkan Wisata Blambangan Ke Pentas Dunia

    “Nah, bidang cipta karya kami nangani terkait dengan infratrsuktur pelayanan publik. Kemudian terkait dengan penyelesaian yang sangat mendesak dan harus kita selesaikan tahun ini, yakni kegiatan pembangunan terminal terpadu,” beber Mujiono.

    Menurut Mujiono, proyek terminal terpadu didiselesaikan tahun 2018, karena itu bisa memperpadukan antara pusat perdagangan, pusat pelayanan dan pusat pendapatan. Ini sementara dalam proses pelelangan. “Kami targetkan bulan 10 sudah kita selesaikan, sehingga disini fungsi daripada ruangan bisa di optimalkan,” ungkapnya.

    Selain itu, ujar Mujiono, di dalamnya ada menyiapkan purna tugas seperti gedung juang. Dan tidak kalah penting pelayanan publik yang paling utama untuk menjaga permukiman supaya bersih yaitu pavingisasi yang dioptimalkan. “Kalau paving saja 200 s/d 300 titik tiap seluruh kabupaten, dan tiap desa pasti ada. Dan itu sudah saya kaji selama 3 tahun sangat familiar sekali dan ramahlingkungan. Dari segi kualitas kami tingkatkan semua dengan beton k 300, ada media nya. Ini kita lakukan,” jelasnya. (ari)

    Reporter : Jamhari (ari)

    Editor : Nakula

    Redaktur : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan