SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Mochammad Machmud anggota Komisi A DPRD Surabaya menyatakan, bahwa semua sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya mengalami penurunan yang signifikan. Ironisnya, pemkot gemar adakan acara seremonial. Hal ini disampaikan pada Podcast JUDES Indonesia.
Menurut Machmud, berdasarkan data anggaran APBD Surabaya 2024 yang disajikan sendiri oleh Pemkot Surabaya. Ia menunjukan data tertulis yang berpotensi PAD Surabaya terjun bebas. Dan akan berpengaruh pada APBD berikutnya.
“Setelah saya cek di dalamnya, ternyata semua turun. Mulai pajak hotel, pajak restoran, pajak reklame, dan pajak bumi bangunan (PBB) semua turun,” kata Machmud.
Politisi partai Demokrat ini berharap ada ketegasan dari pemkot tanpa pandang pengusaha besar atau kecil. untuk itu ia mendesak agar Pemkot Surabaya berani bertindak tegas terhadap pengusaha yang sampai saat ini masih berstatus sebagai penunggak pajak daerah.
“Jangan hanya tegas saat berhadapan dengan PKL, tapi masih memberikan ampunan terhadap para pengusaha yang menunggak pajak, apalagi yang jumlahnya sangat besar. Tindak saja sesuai aturan,” tegasnya.