Pemkot Surabaya Stop Isolasi Pasien Corona di Hotel

Pemkot Surabaya Stop Isolasi Pasien Corona di Hotel

SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Seluruh pasien yang sebelumnya menjalani isolasi di beberapa Hotel Surabaya telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Para pasien itu sebelumnya menjalani perawatan di hotel dan telah dilakukan pemeriksaan swab dengan hasil negatif.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, pasien yang menjalani isolasi perawatan di hotel saat ini sudah tidak ada. Karena sudah kosong, sehingga Pemkot Surabaya berencana menghentikan isolasi pasien di hotel.

“Karena sudah kosong, jadi mulai kemarin atau sudah dua hari ini hotel kita stop dulu karena tidak ada pasien yang di situ,” katanya di rumah dinas, Jalan Sedap Malam Surabaya, Kamis (17/9/2020).

Sementara di Asrama Haji, kata dia, dari sekitar 101 pasien yang sedang menjalani perawatan, hari ini ada sekitar 75 orang dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Namun, apabila besok Asrama Haji tak lagi menerima pasien, maka pemkot juga akan menghentikan isolasi di tempat tersebut. “Karena kemungkinan yang 25 itu kita dorong untuk bisa keluar hari ini atau paling lambat besok,” ungkap dia.

Bahkan, Risma menyebut, Pemkot Surabaya akan terus berupaya mempercepat pemeriksaan swab kepada pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Artinya, pasien itu sebelumnya melakukan isolasi mandiri di rumah akan didorong untuk menjalani perawatan di Asrama Haji.

“Jadi kita masih dorong warga-warga itu untuk masuk Asrama Haji, tapi kalau mereka tidak mau ya kita akan tutup Asrama Haji, karena posisinya pasien yang mau (menjalani isolasi) di situ sudah habis,” jelasnya.

Meski demikian, Risma berharap kepada seluruh masyarakat agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Sebab, kalau masih ada penularan maka hal itu akan menjadi berat. Karenanya disiplin menjaga protokol kesehatan itu sangatlah penting dalam memutus mata rantai Covid-19.