Pejuang Kemerdekaan Tak Diundang ke Grahadi Saat Peringatan 17 Agustus

Pejuang Kemerdekaan Tak Diundang ke Grahadi Saat Peringatan 17 Agustus
Kepala BPSDM Aries Agung Paewai

SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Peringatan hari Kemerdekaan RI di Gedung Negara Grahadi Surabaya tahun ini maksimal hanya diikuti 150 orang dan tidak ada undangan, termasuk para pejuang Kemerdekaan.

Aries Agung Paewai, Kepala Badan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur menyatakan, tahun ini tidak ada lagi tenda di Grahadi dan petugas upacara pun tidak lagi seperti tahun lalu.

Biasanya ada pasukan 1, pasukan 8 dan pasukan 45, sekarang petugas Paskibraka kita hanya 3 orang pengibar bendera pagi dan 3 orang lagi untuk penurunan bendera sore hari, dengan cadangan 4 orang.

Perubahan peringatan hari Kemerdekaan RI ke 75 mengacu surat edaran (SE) Mendagri, salah satunya karena Pandemi Corona. “Dulu pasukan upacara bisa mencapai 1200 orang, kini hanya 50 orang saja.

Sedangkan undangan yang dulu berjumlah 3500 orang sekarang tinggal 120 orang. Dan upacara dilakukan secara virtual,”

Para pejuang Kemerdekaan yang sangat antusias mengikuti detik detik proklamasi, diharapkan tetap tinggal dan mengikuti upacara dirumah. Sebagai gantinya, setelah upacara, ASN dilingkungan Pemprov nantinya yang akan mendatangi kediaman beliau. Apalagi usia mereka sudah sepuh sepuh.

“Ini semata mata karena semua harus mengikuti protokol kesehatan,” tandas Aries kepada Wartawan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (14/8/2020) sore.