BANYUWANGI – Suasana pasar memang dominan ramai namun kondisi pasar induk Banyuwangi semakin ramai dengan adanya teriakan pedagang kaki lima yang hendak digusur. Banner pun ditebar diberbagai areal pertokoan sekitar jalan Susuit Tubun yang mana ungkapan kekecewaan para pedagang kaki lima (PKL).
Isi tulisan pada banner tersebut diantaranya “Bupati AAA delengen isun iki golek picis gawe mangan byaen wes digusur bongsone dewek (Bupati AAA lihat saya ini cari uang untuk makan saja sudah digusur bangsa sendiri), Bupati AAA jika memang kader PDI Perjuangan sejati tidak akan pernah menggusur PKL/pedagang kecil, Bupati AAA sesungguhnya Banyuwangi ini untuk siapa? investor atau kami wong cilik?”.
Berdasarkan munculnya Surat Satpol PP, No. 300/130/429.119/2020 ditandatangani Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyuwangi, Anacleto Da Silva, tanggal 21 Januari 2020, telah mendapatkan reaksi keras penolakan para PKL Susuit Tubun.





