Banyuwangi Terapkan Digitalisasi Disemua Institusi

Banyuwangi Terapkan Digitalisasi Disemua Institusi
Terapkan Digitisasi, Pengelolaan Keuangan Banyuwangi Kini Paperless

BANYUWANGI – Penatausahaan dokumen keuangan Pemkab Banyuwangi kini dilakukan dengan menggunakan sistem digitisasi alias nonkertas (paperless), sehingga lebih efektif dan efisien.

Sekretaris Daerah Banyuwangi, Mujiono, menjelaskan, digitisasi atau digitizing adalah sistem alih media dari bentuk tercetak menjadi bentuk digital. Digitisasi dilakukan untuk membuat arsip dokumen berbentuk digital.

”Sistem anyar ini merupakan peningkatan dari sistem informasi manajemen perencanaan, penganggaran dan pelaporan (Simral) yang sudah ada sebelumnya. Sistem lama kami sempurnakan dengan menambahkan modul baru di dalamnya berupa digitisasi ini. Semuanya harus paperless, sudah bukan zamannya ke mana-mana bawa dokumen setumpuk,” kata Mujiono.

Sistem ini berisi semua aspek penatausahaan keuangan yang dikombinasikan dengan sistem tanda tangan elektronik (tte). Dengan demikian, beberapa dokumen tidak perlu lagi tanda tangan basah.

”ASN terkait bisa langsung memberikan tanda tangan di mana saja karena sistem ini terkoneksi dengan android di smartphone masing-masing orang. Jadi sekarang tidak ada alasan dokumen terhambat karena ASN-nya sedang tidak ada di tempat. Dokumen cukup disimpan di-file dan dapat diunduh jika diperlukan,” terang dia.

Sistem paperless ini, lanjut dia, akan diterapkan di seluruh lingkungan Pemkab Banyuwangi.  Dokumen keuangan dinas/badan yang dulunya menggunakan pola cetak manual, kini akan beralih menjadi serba elektronik.