IKM Batik Disebut Masuk Ujung Tombak Ekonomi Kerakyatan

IKM Batik Disebut Masuk Ujung Tombak Ekonomi Kerakyatan
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Jakarta – Kementerian Perindustrian menyebut Industri Kecil Menengah (IKM) kerajinan, termasuk IKM batik merupakan tombak ekonomi kerakyatan, di mana pasarnya terus meningkat dan tahan terhadap krisis ekonomi global.

“Untuk itu, Kementerian Perindustrian terus berupaya mengembangkan IKM melalui berbagai program,” kata Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Rabu.

Program-program tersebut antara lain peningkatan kompetensi SDM, pengembangan kualitas produk, standardisasi, fasilitasi mesin, dan peralatan serta promosi dan pameran batik di dalam dan luar negeri.

Gati mengatakan untuk meningkatkan akses pasar, Kemenperin juga memiliki program e-Smart IKM yang bekerja sama dengan beberapa marketplace.

Melalui program e-Smart ini produk kerajinan, perhiasan, dan batik di dorong untuk memasuki pasar daring (online), sehingga memiliki jangkauan pasar yang lebih luas karena dapat diakses oleh konsumen dari berbagai daerah.