Bojonegoro (Wartatransparansi.com) – Pengurus dan Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro periode 2026–2031 resmi dilantik berdasarkan Surat Keputusan Nomor 028/KEP/02.06.00/III/2026 yang ditandatangani Ketua PMI Provinsi Jawa Timur,H. Imam Utomo S
Pelantikan berlangsung di Pendopo Kabupaten Bojonegoro pada Kamis (2/4/2026). Dalam susunan kepengurusan tersebut, Herry Sudjarwo, SH., MM. dipercaya sebagai Dewan Kehormatan, sementara Ninik Susmiati menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro.
Imam Utomo dalan amanatnya berharap seluruh pengurus dapat menjalankan tugas sesuai janji yang telah diucapkan saat pelantikan dan pakta integritas. Ia juga menekankan pentingnya menindaklanjuti berbagai kebutuhan organisasi, termasuk laporan terkait pemenuhan standar CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) kepada Gubernur Jawa Timur. “Pak Bupati keinginan ketua PMI tadi perlu Untuk di realisasi,” hadap Gubernur Jatim diga periode mulai 1998 sampai 2008.
Imam Utomo mengaku optimistis PMI Bojonegoro mampu memenuhi kebutuhan darah di daerah. Menurutnya, peningkatan kualitas darah dan standardisasi pelayanan menjadi hal utama yang harus diperhatikan, termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusia.
Selain itu, ia juga menyoroti kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dengan kondisi iklim yang terus berubah, keberadaan dan fungsi posko bencana di daerah dinilai masih belum optimal dan perlu menjadi perhatian serius ke depan.
Ketua PMI Bojonegoro
Sementara itu, Ketua PMI Bojonegoro, Ninik Susmiati, menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan kemanusiaan dan menjadikan PMI sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
“PMI akan terus hadir membantu masyarakat dalam berbagai layanan kemanusiaan, sesuai dengan prinsip dasar organisasi yang telah terbagi dalam sembilan bidang kerja,” ujarnya.
Dalam program prioritas, PMI Bojonegoro akan fokus pada pelayanan darah. Kebutuhan darah ditargetkan mencapai sekitar 2 persen dari jumlah penduduk Bojonegoro, termasuk untuk memenuhi kebutuhan daerah sekitar. Upaya peningkatan juga dilakukan dengan mendorong kesadaran masyarakat untuk aktif menjadi pendonor darah.
Selain itu, peningkatan kualitas darah menjadi target utama dengan upaya meraih sertifikasi CPOB sebagai standar kualitas tertinggi.
Unit Donor Darah (UDD) PMI Bojonegoro saat ini juga tengah dipersiapkan untuk mencapai standar nasional bahkan provinsi, setelah mendapatkan asistensi dari Dinas Kesehatan Jawa Timur.
Diharapkan, PMI Bojonegoro dapat menjadi UDD kelima di Jawa Timur yang memenuhi standar tersebut.





