Hukrim  

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT, Sejumlah Ruangan dan Kendaraan Dinas Ikut Disorot

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT, Sejumlah Ruangan dan Kendaraan Dinas Ikut Disorot

PEKALONGAN, Wartatransparansi.com – Suasana pemerintahan di Kabupaten Pekalongan mendadak berubah arah, seperti angin pantai yang tiba tiba berbalik. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, kini berada di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026) pukul 10.25 WIB, usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Di waktu yang hampir bersamaan, halaman Polres Pekalongan Kota tampak menjadi titik perhatian. Sejumlah mobil dinas berpelat merah milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan berjejer rapi, seperti barisan yang menunggu aba aba berikutnya.

Lima Mobil Dinas Terparkir, Barang Pribadi Masih di Dalam

Pantauan di lokasi sekitar pukul 09.05 WIB menunjukkan sedikitnya lima kendaraan dinas terparkir di halaman kantor kepolisian tersebut. Di antaranya Toyota Rush G1269XB, Toyota Avanza G1090XB, Toyota Rush G1223XB, Toyota Rush G84 XB, dan Toyota Rush G1256XB.

Dari kode pelat dinasnya, kendaraan tersebut diketahui digunakan para pejabat di lingkungan Pemkab Pekalongan. Menariknya, di dalam beberapa mobil masih terlihat pakaian dinas putih tergantung rapi, tas bahu, hingga topi berlogo Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Seakan aktivitas terhenti di tengah langkah.

Selain mobil dinas, tampak pula kendaraan pelat putih dan mobil kepolisian terparkir di area tersebut. Meski begitu, suasana relatif tenang. Penjagaan di pintu masuk berjalan seperti biasa tanpa peningkatan pengamanan mencolok. Beberapa petugas yang ditemui enggan memberi keterangan.

“Ditunggu saja,” ujar salah satu petugas singkat.

Diduga, keberadaan kendaraan dinas tersebut berkaitan dengan pemeriksaan sejumlah pejabat oleh KPK di dalam gedung Polres Pekalongan Kota.

KPK Benarkan Penangkapan

Di Jakarta, KPK membenarkan adanya kegiatan penindakan di wilayah Jawa Tengah. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Pekalongan.

“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan Jawa Tengah, salah satunya Bupati. Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Budi kepada wartawan, Selasa pagi.

Fadia bersama sejumlah pihak lainnya telah berada di Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. Hingga kini, lembaga antirasuah tersebut belum menyampaikan keterangan resmi secara menyeluruh terkait detail perkara maupun konstruksi dugaan tindak pidana korupsi yang melatarbelakangi OTT.

Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.

Sejumlah Ruangan di Pemkab Disegel

Sementara itu, di kompleks kantor Pemerintah Kabupaten Pekalongan, sejumlah ruangan tampak disegel. Segel berwarna merah putih bertuliskan “Masih dalam pengawasan KPK” terpasang di beberapa pintu.

Ruangan yang disegel antara lain kantor Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Satpol PP, Bagian Umum, Bagian Perekonomian, Prokompim, Dinperkim LH, DPU dan Taru, serta ruang kerja Bupati dan Sekda.

Suasana kantor terlihat lebih lengang dari biasanya. Aktivitas aparatur sipil negara tetap berjalan, namun sejumlah pegawai tampak enggan memberikan keterangan.

Salah satu pejabat di Dinkop-UKM yang tidak ingin disebutkan namanya membenarkan adanya penyegelan.

“Memang ada penyegelan di ruangan kepala dinas. Untuk detailnya, kami belum bisa menyampaikan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari KPK maupun kepolisian terkait jumlah pasti pihak yang diamankan maupun detail dugaan perkara.

Perkembangan selanjutnya masih menunggu pernyataan resmi dari KPK, yang dijadwalkan akan menyampaikan hasil pemeriksaan awal dalam waktu dekat. Di Pekalongan, publik menanti dengan pertanyaan yang menggantung di udara, setenang halaman kantor yang pagi itu tampak biasa saja, namun sarat makna.

(din/far)