SURABAYA, WartaTransparansi.com – Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Keyrie, Sabtu (21/2/2026). Agenda utama yakni membenahi prestasi angkat berat Jatim yang belum maksimal dalam tiga gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur, M. Nabil, menegaskan angkat berat harus menjadi cabang olahraga prioritas pembinaan. Pasalnya, dalam tiga PON terakhir Jatim belum mampu menyumbang medali emas.
“Angkat berat ini cabor penting yang harus dikembangkan di Jawa Timur. Tiga PON terakhir kita belum dapat emas. Karena itu saya minta daerah benar-benar mempersiapkan diri menuju Pra-PON 2027,” tegas Nabil.
Menurutnya, Pra-PON 2027 akan menjadi momentum pengukuran kemampuan atlet sebelum tampil di PON 2028. Ia meminta pengurus daerah memaksimalkan potensi atlet yang sudah “setengah matang” agar mencapai puncak performa jelang PON.
Selain itu, Nabil juga mendorong KONI Pusat segera menetapkan cabang olahraga yang dipertandingkan di PON mendatang agar daerah memiliki kepastian dalam menyusun program pembinaan.
“Cabor harus sering ikut kompetisi dan event. Jangan hanya kuat di latihan, tapi tidak kuat di pertandingan,” ujarnya.
*Dua Kejurprov Digelar 2026*
Ketua Umum Pabersi Jatim, Abram Nathan, memastikan hasil Rakerda langsung ditindaklanjuti dengan agenda kompetisi dan pembenahan organisasi. Program terdekat adalah penyelenggaraan dua Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada 2026.
Kejurprov pertama direncanakan pada Mei atau Juni, mempertandingkan kelas sub-junior dan umum. Sementara Kejurprov kedua akan digelar Desember, khusus kategori junior sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov sekaligus pra-kualifikasi atlet potensial.
“Kita akan setting seperti babak kualifikasi agar saat Porprov nanti benar-benar diikuti atlet yang sudah memenuhi standar kualitas,” kata Abram.
Penguatan SDM dan Lisensi
Tak hanya kompetisi, Pabersi Jatim juga fokus memperkuat database atlet, pelatih, dan wasit. Selama ini, masih banyak SDM yang belum memiliki lisensi resmi.
Karena itu, program penataran dan pelatihan akan digencarkan guna menyamakan visi dan standar pembinaan di seluruh kabupaten/kota. Standarisasi lisensi diharapkan mampu meningkatkan kualitas atlet secara menyeluruh.
Selain itu, Rakerda juga membahas penguatan administrasi dan regulasi organisasi agar selaras dengan kebijakan KONI, terutama dalam persiapan menuju Porprov dan Pra-PON 2027.
Dengan langkah tersebut, Pabersi Jatim menargetkan kebangkitan prestasi dan mampu bersaing memperebutkan medali emas pada PON mendatang. (*)





