Imlek 2026 Pengrajin Lampion Raksasa di Tangerang Mulai Dibanjiri Pesanan

Imlek 2026 Pengrajin Lampion Raksasa di Tangerang Mulai Dibanjiri Pesanan

Imlek 2026, membawa berkah tersendiri buat bengkel dekorasi Tengu Dekorasi yang terletak di Jalan Swadaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, dibanjiri pemesanan pembuatan lampion.

‎Sejak pagi, para pekerja terlihat saling bahu-membahu memotong dan mengelas besi, merangkai lampu, hingga membentangkan kain bergambar untuk mempercantik sudut-sudut kota.

‎Lampion raksasa itu dirancang sebagai dekorasi, bisa untuk ruang terbuka maupun ruang tertutup. Motifnya pun bermacam-macam, dari bentuk dua dimensi hingga tiga dimensi, dengan sentuhan seni yang kuat.

Berhubung shio pada Imlek tahun ini yaitu kuda, terlihat banyak ornamen berbentuk kuda mengisi sudut-sudut bengkel tersebut.

‎”Kalau untuk momen Imlek itu menyesuaikan Shio, kalau tahun ini kan kuda, jadi membuat ornamen kuda,” kata pengrajin di Tengu Dekorasi, Sutrisno.

‎Beberapa pihak swasta memesan ornamen tersebut untuk rekreasi di kantor, mall, dan ruang publik yang dikelolanya agar terlihat ramai dengan pernak-pernik imlek dengan sentuhan ciamik sang pengrajin.

Beberapa di antaranya akan dipasang di Kawasan SCBD, Lippo Karawaci dan Bundaran HI.

‎Lama pembuatan untuk satu lampion itu bervariatif, antara 2 minggu hingga 1 bulan, tergantung tingkat kesulitan lampion yang dipesan.

Setelah konsep visual disepakati dengan klien barulah proses pembuatan lampion itu dilakukan. Setelah itu, rencana tersebut diaplikasikan menjadi rangka besi, dipasangi lampu, lalu disarungi kain bergambar agar terlihat lebih hidup saat dinyalakan.

‎”Untuk tingkat kesulitannya berbeda-beda, tergantung desain yang diminta sama konsumen,” tutur Sutrisno.

‎Sejak tahun 2010, bengkel milik Beny Laksono ini dipercaya untuk mengerjakan ornamen pada saat perayaan besar, baik oleh pemerintah maupun swasta.

‎”Kita pernah mendekor untuk momen Natal di kawasan Freeport, Papua, waktu itu dan menjadi yang paling jauh,” jelas Beny.

‎Selama 16 tahun berjalan, rintisan perusahaan Beny kian berkembang pesat. Pesanan demi pesanan rapi membuat tim harus bekerja lebih keras.

Tidak jarang, Beny harus merekrut tenaga kerja tambahan demi menyelesaikan pesanan sesuai target waktu.

‎”Tanganannya itu permintaan klien itu beda-beda, kalau tiga dimensi itu kita terbatas sama waktu, jadi kita harus membagi tugas,” ujar Beny.

‎Beny menjelaskan, satu paket dekorasi itu dihargai berkisar Rp50 juta hingga Rp 200 juta, tergantung banyaknya yang dipesan dan tingkat kesulitan.

‎Beny menjelaskan, harga yang ditawarkan oleh pengguna jasanya sudah meliputi biaya produksi, pemeliharaan, hingga pembongkaran dekorasi.

‎”Selama ini kami mencoba menjaga kepercayaan klien dengan pelayanan yang kami berikan,” terangnya. (red)