KEDIRI, WartaTransparansi.com – Persik Kediri harus menelan pil pahit setelah dipaksa menyerah 1-2 oleh tuan rumah Arema FC dalam lanjutan Super League Liga 1 2025/2026. Meski sempat mendominasi jalannya pertandingan, skuat Macan Putih kehilangan fokus di menit-menit krusial babak kedua.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, mengaku sangat kecewa dengan hasil ini mengingat anak asuhnya mampu menguasai permainan selama hampir 95 menit. Menurutnya, Persik jauh lebih unggul dalam berbagai aspek statistik sepanjang laga.
“Saya pikir kami memainkan pertandingan yang sangat bagus. Kami lebih baik dari Arema dalam segala hal dan jelas layak mendapatkan kemenangan,” ujarnya dalam sesi konferensi pers usai laga, Minggu 11 Januari 2026.
Kekalahan Persik terjadi melalui skema dramatis di masa injury time. Marcos menyoroti adanya penurunan mentalitas saat tim sudah berada di ambang kemenangan, sementara lawan bermain tanpa beban untuk mengejar ketertinggalan.
Strategi untuk memperkuat pertahanan dengan memasukkan Telmo guna menghalau bola-bola atas sebenarnya sudah dilakukan. Namun, kemelut dari bola pantul (second ball) di dalam kotak penalti justru berbuah gol bagi Arema FC.
“Kami perlu lebih dewasa untuk melindungi kemenangan di situasi seperti ini. Kami harus lebih pintar dan tenang saat melakukan clearance di dalam kotak penalti,” tambah Marcos.
Senada dengan pelatih, pemain Persik Kediri, Wigi Pratama, mengungkapkan bahwa seluruh pemain sebenarnya sudah menjalankan instruksi taktik dengan sangat disiplin sebagaimana yang dipersiapkan dalam sesi latihan.
Atas hasil mengecewakan ini, Wigi menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter setia Persik Kediri dan berjanji akan segera bangkit untuk menghadapi laga selanjutnya.
“Kami sudah bermain bagus dan mengikuti rancangan saat latihan. Namun, kami gagal meraih poin maksimal yang seharusnya menjadi milik kami,” kata Wigi. (*)





