Ini melibatkan adaptasi sistem kardiovaskular, pernapasan, dan metabolisme agar tubuh dapat beraktivitas dengan efisien dan aman di lingkungan baru, biasanya berlangsung selama 1-2 minggu. Hal itu juga berlaku setelah puasa wajib di bulan suci Ramadhan.
Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Ayyub Al-Anshari, di mana Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian mengikutkannya dengan enam hari dari bulan Syawal, maka itu seperti puasa setahun penuh”.
Hadits lain, “Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian mengikutkannya enam hari dari bulan Syawal, maka seperti puasa satu tahun.” (HR Muslim: 1164).
Musibah Ramadhan Berakhir
Ramadhan berakhir dimaknai sebagai musibah besar bagi umat Islam karena berakhirnya waktu mustajab doa, diterimanya sedekah, dan dilipatgandakannya kebaikan. Kepergiannya membuat langit, bumi, dan malaikat bersedih karena hilangnya peluang maghfirah dan rahmat Allah. Hal ini adalah kehilangan kesempatan emas beribadah.
Hadits diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. dari Nabi SAW. Disebutkan bahwa malam terakhir Ramadhan adalah musibah bagi umat Muhammad karena hilangnya kesempatan beramal, terkabulnya doa, sedekah diterima, dan ditolaknya azab. Hadits (Riwayat Jabir):
“Jika malam terakhir Ramadhan, langit dan bumi, serta para Malaikat menangis karena merupakan musibah bagi umat Nabi Muhammad SAW.” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, musibah apakah itu?” Rasulullah menjawab, “Perpisahan dengan bulan Ramadhan, karena di dalamnya doa-doa dikabulkan, sedekah diterima, kebaikan dilipatgandakan, dan azab ditolak.”
Makna Ramadhan berakhir merupakan musibah karena waktu emas di mana rahmat Allah turun, pintu surga dibuka, dan setan dibelenggu, telah berakhir pula.
Menjaga keseimbangan spritual dan kesehatan umat Islam, maka dengan memulai langkah awal membayar zakat fitrah (bagi yang mampu maupun yang terbatas, hingga sebelum sholat Idul berlangsung), menebar maaf dengan saling memaafkan, juga mengikuti ajaran untuk puasa sunnah Syawal 6 hari sepanjang bulan Syawal.
Bahkan jauh lebih dahsyat menjaga tenun ibadah selama bulan Ramadhan dengan dzikir, syukur, sholat dan sabar. Supaya Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) senantiasa datang memberi rahmat dan ridloNya. Juga mengurangi tetes air mata langit, bumi dan para Malaikat. (*)




