Pemkot Surabaya Bersama BBPOM Gelar Vaksinasi HPV

Pemkot Surabaya Bersama BBPOM Gelar Vaksinasi HPV
Pemkot Surabaya bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya, Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta KORPRI menggelar kegiatan Vaksinasi HPV di Gedung Wanita Candra Kencana, Jalan Kalibokor Selatan No. 2 Surabaya, Kamis (12/2/2026).

Tak hanya itu, imunisasi HPV juga telah diintegrasikan ke dalam program rutin Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Melalui program ini, vaksinasi HPV diberikan kepada siswi kelas 5 SD dan kelas 9 SMP atau sederajat, sebagai upaya perlindungan sejak dini terhadap penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

“Alhamdulillah, hasilnya mulai terlihat. Jumlah kasus kanker serviks di Surabaya menurun signifikan, dari 413 kasus pada tahun 2023 menjadi 201 kasus pada tahun 2024. Ini menjadi tanda bahwa langkah pencegahan yang kita lakukan bersama mulai membuahkan hasil,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBPOM di Surabaya, Yudi Noviandi, mengatakan bahwa vaksinasi HPV yang digelar hari ini merupakan bentuk komitmen KORPRI bersama BBPOM dalam menginisiasi Gerakan Sejuta Vaksin HPV bagi ASN dan masyarakat. Ia menyebutkan, pada pelaksanaan tahap pertama di Surabaya, jumlah peserta terdaftar yang telah melakukan pendaftaran dan pembayaran mencapai 424 orang.

“Ini adalah kabar yang sangat baik, karena melalui vaksinasi HPV, para peserta, khususnya perempuan, memperoleh perlindungan dari potensi risiko kanker serviks. Bagi kami di Balai Besar POM, selain menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan, kami juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat,” ujar Yudi.

Menurutnya, vaksinasi HPV bukan sekadar intervensi medis, melainkan investasi masa depan. Dengan melindungi perempuan dari kanker serviks, maka akan terbentuk perempuan yang sehat dan berdaya, sebagai pilar penting dalam mewujudkan keluarga yang kuat dan bangsa yang tangguh. Yudi juga mengungkapkan bahwa tingginya minat masyarakat membuat pendaftaran harus ditutup lebih awal karena keterbatasan kapasitas penyelenggaraan.

“Bukan karena minim peminat, justru sebaliknya, jumlah peminat jauh melebihi kuota. Untuk pelaksanaan perdana di Surabaya, sekitar 500 peserta kami nilai sebagai kapasitas paling optimal,” jelasnya.

Yudi turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang terlibat dan berharap seluruh rangkaian vaksinasi berjalan lancar tanpa kejadian ikutan pasca imunisasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Eri atas dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

BBPOM berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bagi daerah lain. Dan kedepannya kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan jangkauan yang lebih luas. (*)

Editor: Wetly