Selain itu, Febri menyebut bahwa pengecekan juga mencakup kualitas jaringan internet dan kapasitas bandwidth untuk menghindari kendala saat pelaksanaan ujian.
“Terus kita juga lihat jaringannya, sampai kita cek betul-betul ini bandwith berapa disini dan seterusnya agar nanti pada saat proses itu tidak ada down dan seterusnya,” tuturnya.
Tak hanya jaringan internet, Dispendik Surabaya juga turut berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik selama TKA berlangsung aman.
“Kita juga sudah sempat minta dengan PLN tentunya, itu kan jaringan listrik, segala macam. Jangan sampai dalam posisi teman-teman nanti menghadapi TKA itu ada down juga di listrik dan seterusnya,” kata Febri.
Bahkan, Febri menegaskan supervisi dilakukan satu per satu ke sekolah untuk memastikan seluruh kebutuhan tercukupi. Jika ditemukan kekurangan, Dispendik akan memfasilitasi solusi melalui komunikasi intensif dengan pihak sekolah.
“Itu kami lakukan satu persatu, supervisi kita cek benar-benar kita catat. Kalaupun ternyata ada yang belum tercukupi jumlah nya, kita coba fasilitasi dengan cara-cara yang bisa terkomunikasi dengan para sekolah,” jelasnya.
Menurutnya, hingga saat ini masih tersedia waktu yang cukup untuk menyesuaikan jumlah peserta dengan ketersediaan sarana.
“Yang pasti secara jumlah siswa yang harus atau yang sudah komit untuk mengikuti TKA, dengan jumlah sarana yang memang sudah cukup atau masih belum ini masih cukup waktu kita mengkomunikasikan,” imbuhnya.
Adapun jadwal pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SMP akan berlangsung pada 6-16 April 2026. Sementara itu, pelaksanaan TKA jenjang SD dijadwalkan pada 20-30 April 2026.
Febri pun memastikan seluruh persiapan akan dirampungkan sebelum hari pelaksanaan untuk menjamin TKA berjalan lancar tanpa kendala teknis. Dengan harapan, sampai dengan hari pelaksanaan nanti, untuk sarana-prasarana sama segala jaringannya sudah ready. (*)





