Menteri Kebudayaan Fadli Zon Akan Hadir dalam Dialog Kebudayaan PWI Pusat -HPN 2026 di Banten

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Akan Hadir dalam Dialog Kebudayaan PWI Pusat -HPN 2026 di Banten
Yusuf Susilo Hartono, Nungki Kusumastuti dan pokja AK PWI di ruang kerja Menteri Kebudayaan Fadli Zon

“Wali Kota Samarinda (Andi Harun), misalnya mengeluhkan makin berkurangnya orang yang menjadi penenun Sarung Samarinda,” papar Yusuf. Maka, Wali Kota itu saat ini turun tangan memajukan Kampung Tenun di Samarinda.

Bupati Manggarai Hery Nabit, lanjut Yusuf, berjuang membangun rumah adat atau mbaru gendang agar tidak punah. Selama tahun 2025 sebanyak 92 rumah adat dibangun dengan biaya separuh dengan dana pemerintah menyiapkan separuhnya, separuhnya lagi oleh swadaya masyarakat sendiri.

Bupati Temanggung, Agus Setyawan, tutur Yusuf, tidak hanya melestarikan tari kuda lumping, tapi ikut menari, dan melakukan kaderisasi.

“Bu Nungki telah meminta Bupati Temanggung untuk mendata pemain tari kuda lumping, pekerjanya, hingga UMKM yang terlibat saat pertunjukan, dalam rangka melestarikan dan memajukan seni itu,” kata Yusuf.

Menteri Fadli Zon berharap pentingnya peran wartawan budaya untuk meliput aktivitas di daerah.

Menteri sepakat adanya pelatihan penulisan dalam bidang seni budaya seperti seni tari, musik, seni rupa dan sebagainya yang ada dalam Objek Pemajuan Kebudayaan. “Kita bisa melakukannya secara hibrida untuk wartawan yang ada di seluruh Indonesia,” katanya.

Ia juga berharap bisa menjalin kerja sama dengan PWI untuk penyiapkan wartawan yang memiliki kompetensi menulis seni dan budaya.

Yusuf mengatakan pada masa lalu Kemendikbud pernah bekerja sama dengan PWI Pusat untuk Sekolah Jurnalisme Kebudayaan. (Red)