Selain pembelajaran dan praktik, Hebi menyebutkan bahwa peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikasi kompetensi resmi dari BNSP. Sertifikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing peserta, sekaligus membuka peluang program magang sebagai jembatan menuju dunia kerja.
“Peserta juga akan mendapatkan on job training hingga kesempatan magang. Nah, endingnya adalah mereka bisa bekerja,” terang Hebi.
Melalui pelatihan kompetensi ini, Hebi berharap Pemkot Surabaya dapat menekan angka pengangguran terbuka di Kota Pahlawan. Peningkatan keterampilan pencari kerja menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat penyerapan tenaga kerja.
“Jadi harapannya bisa meningkatkan upaya penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Surabaya,” tuksnya.
Sebagai informasi, pendaftaran pelatihan Export-Import dan K3 Umum dibuka pada minggu pertama hingga kedua Februari 2026. Program ini diperuntukkan bagi warga ber-KTP Surabaya, berusia minimal 18 tahun, serta memiliki latar belakang pendidikan minimal SMA atau SMK.
Adapun pelaksanaan pelatihan dijadwalkan mulai Maret 2026. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi disnaker.surabaya.go.id/three atau dengan memindai kode QR yang telah disediakan. (*)





