Disperinaker Surabaya Buka Pelatihan Tukang Bangunan Bersertifikat Jenjang 2

Disperinaker Surabaya Buka Pelatihan Tukang Bangunan Bersertifikat Jenjang 2
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya membuka pendaftaran Pelatihan Tukang Bangunan Gedung Bersertifikat Jenjang 2 sejak 1 Februari 2026.

Selanjutnya, program ini tidak hanya mencakup pelatihan bagi tukang, tetapi juga sertifikasi kompetensi. Pendaftaran yang dibuka pada Februari ini difokuskan pada dua kategori, yakni sertifikasi kompetensi tukang bangunan gedung dan sertifikasi kompetensi pemasangan bata.

“Ke depan, jenis sertifikasi kompetensi tersebut akan dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan, seperti pemasangan galvalum, instalasi listrik, hingga pekerjaan pasangan batu kali,” imbuhnya.

Secara umum, sertifikasi kompetensi yang ditawarkan bersifat spesifik dan teknis. Namun untuk tahap pertama, Pemkot Surabaya memprioritaskan dua kategori utama sebagai fondasi peningkatan kualitas tenaga tukang.

Menurut Hebi, sertifikasi dasar hanya berlangsung satu hari tanpa pelatihan panjang. Sertifikasi menjadi kunci penting agar para tukang memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja. Dengan sertifikat, peserta tidak hanya lebih mudah terserap dalam proyek-proyek Pemkot Surabaya, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di sektor swasta.

“Setelah mengikuti pelatihan atau sertifikasi kompetensi serta memperoleh sertifikat, para peserta memiliki bekal untuk mempromosikan diri, baik kepada perusahaan maupun untuk terlibat langsung dalam program pembangunan fisik yang dilaksanakan oleh Pemkot Surabaya,” terangnya.

Disperinaker juga menggandeng BAZNAS melalui skema CSR untuk mempercepat pelaksanaan program sertifikasi. Kolaborasi ini memungkinkan pelatihan dijadwalkan lebih fleksibel dan menjangkau peserta lebih luas.

Hebi menegaskan, sektor konstruksi menjadi salah satu fokus utama karena sejalan dengan program pembangunan infrastruktur yang terus digencarkan Pemkot Surabaya. Dengan peningkatan keterampilan dan sertifikasi, tenaga kerja lokal diharapkan dapat menjadi prioritas dalam penyerapan proyek-proyek pembangunan.

Karena itu, dia berharap, dengan adanya pelatihan dan sertifikasi ini, para tukang semakin berdaya saing, memiliki peluang kerja yang lebih luas, serta bisa menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja lokal. (*)

Editor: Wetly