Pemetaan Lawan dan Program Latihan Terukur
Selain seleksi atlet, KONI Jatim juga meminta seluruh pimpinan cabor melakukan pemetaan kekuatan calon lawan dari provinsi lain. Pemetaan ini bertujuan menyusun program latihan yang lebih spesifik, terukur, dan sesuai kebutuhan kompetisi.
Menurut Nabil, waktu persiapan yang lebih panjang dibanding PON Bela Diri I 2025 di Kudus menjadi modal penting untuk memperbaiki sistem rekrutmen, kualitas latihan, serta ketepatan target prestasi.
“Dengan persiapan yang lebih matang, rekrutmen lebih akurat, dan latihan lebih terstruktur, kami optimistis prestasi PON Bela Diri II 2026 bisa menyamai, bahkan melampaui capaian sebelumnya,” ungkapnya.
Target Tinggi untuk Jawa Timur
KONI Jatim berharap delapan cabor bela diri tersebut mampu menyumbangkan lonjakan prestasi signifikan bagi kontingen Jawa Timur di tingkat nasional. Keberhasilan di PON Bela Diri II 2026 juga akan menjadi fondasi penting dalam pembinaan jangka panjang menuju PON reguler dan kejuaraan internasional.
Dengan persiapan yang sistematis sejak awal tahun, Jawa Timur optimistis mampu tampil sebagai salah satu kekuatan utama olahraga bela diri nasional di Manado pada Juni mendatang.(*)





